Istana Ungkap Alasan Jokowi Perintah Luhut Tekan Corona Dalam Waktu 2 Pekan
Instagram/luhut.pandjaitan/jokowi
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Keputusan Jokowi untuk mempercayakan tugas ini kepada Luhut alih-alih Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto pun dinilai wajar oleh Tenaga Ahli Kedeputian Kantor Staf Presiden (KSP) Donny Gahral Adian.

WowKeren - Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi sekaligus Wakil Ketua Komite Kebijakan Pengendalian COVID-19 Luhut Binsar Pandjaitan telah diperintah Presiden Joko Widodo untuk fokus menekan kasus COVID-19 di sembilan provinsi prioritas dalam waktu dua pekan. Jokowi meminta agar jumlah kasus harian dan angka kematian dapat ditekan, sementara angka kesembuhan ditingkatkan.

Pihak Istana lantas menjelaskan alasan Jokowi memberikan tugas tersebut kepada Luhut. Menurut Tenaga Ahli Kedeputian Kantor Staf Presiden (KSP) Donny Gahral Adian, hal ini menunjukkan kepercayaan Jokowi kepada Luhut.

"Itu prerogatif Presiden untuk menunjuk siapa pun yang beliau percaya," terang Donny dilansir CNN Indonesia pada Rabu (16/9). "Presiden percaya kepada beliau karena selama ini mampu mengeksekusi apapun yang diminta Presiden."

Berdasarkan kepercayaan tersebut, tutur Donny, Jokowi pun menugaskan Luhut untuk menekan COVID-19 di sembilan provinsi tersebut. Selain itu, posisi Luhut sebagai Wakil Ketua Komite Kebijakan Pengendalian COVID-19 juga membuatnya berwenang untuk melaksanakan perintah Jokowi tersebut.


"Beliau secara organisasi, secara tupoksi, berwenang melakukan apapun yang diperlukan untuk menekan angka positif," tutur Donny. Keputusan Jokowi untuk mempercayakan tugas ini kepada Luhut alih-alih Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto pun dinilai Donny wajar.

Sang Presiden dinilai telah mempertimbangkan penunjukkan Luhut sesuai dengan kemampuan dan sumber daya yang dimilikinya demi menekan kasus COVID-19. "Saya kira ini penugasan biasa saja. Presiden menugaskan sosok yang menurutnya mampu melakukan atau eksekusi arahan beliau, khususnya dalam penanganan COVID-19," kata Donny.

Sebagai informasi, Jokowi menjadikan sembilan provinsi sebagai prioritas karena daerah-daerah tersebut berkontribusi terhadap 75 persen dari total kasus COVID-19 di Indonesia. Sembilan provinsi tersebut juga menyumbang 68 persen kasus aktif corona di Tanah Air. Sembilan provinsi tersebut antara lain DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Bali, Sumatera Utara, dan Papua.

Luhut sendiri telah menyiapkan tiga jurus untuk mencapai target yang diberikan Jokowi tersebut. Donny menegaskan tiga jurus tersebut merupakan tugas utama untuk menekan angka positif COVID-19 di sembilan provinsi prioritas tersebut. "Jadi menekan angka positif dengan operasi yustisi, penegakan protokol kesehatan, meningkatkan kesembuhan dengan manajemen perawatan COVID," pungkas Donny.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts