PMI Harap Penyintas Corona Rela Donorkan Plasma Darah Demi Selamatkan Nyawa, Ini Prosedurnya
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Palang Merah Indonesia (PMI) mengimbau masyarakat yang sudah sembuh dari virus corona agar bersedia mendonorkan plasma darahnya karena bisa bantu selamatkan nyawa.

WowKeren - Palang Merah Indonesia (PMI) mengimbau orang yang telah sembuh dari virus corona agar bersedia mendonorkan plasma darahnya. Pasalnya, penyintas COVID-19 dinilai memiliki antibodi atau kekebalan tubuh yang lebih unggul dibandingkan orang yang belum terinfeksi virus corona.

PMI menjelaskan jika plasma darah konvalensen yang disumbangkan oleh penyintas COVID-19 dapat membantu pasien yang masih berjuang di rumah sakit untuk sembuh. Nantinya jika penyintas COVID-19 berminat mendonorkan plasma darah, mereka bisa mendatangi kantor PMI terdekat.

”Mudah-mudahan pasien yang sudah sembuh ini jangan merasa 'kenapa bisa kena penyakit?',” ujar Kepala UTD PMI DKI Jakarta, Ni Ken Ritchie seperti dilansir dari Suara, saat Kamis (17/9). “Justru ada hikmah di balik sakitnya jadi lebih dulu punya antibodi duluan, malah bisa bantuin orang lain.”

PMI lantas membeberkan stok plasma darah yang sudah diterima dari pasien sembuh virus corona. PMI DKI Jakarta telah menerma sekitar 38 plasma darah konvalensen dari penyintas COVID-19 hingga Jumat (18/9).

Sedangkan PMI pusat total telah menerima 140 plasma darah konvalensen. Kota Surabaya menjadi penyumbang plasma darah terbanyak di Indonesia, yakni mencapai 121 plasma. Kemudian disusul Sidoarjo 43 plasma dan NTT 15 plasma.


Oleh sebab itu, PMI berharap agar para penyintas virus corona mau mendonorkan plasma darahnya dengan dating ke UTD PMI. Terlebih, saat ini banyak rumah sakit membutuhkannya dan stok plasma darah konvalensen semakin menipis.

”Kita mohon kepada para pasien yang sudah sembuh mohon datang ke UTD PMI datang untuk menyumbangkan plasmanya,” harap Ni Ken. “Karena masih banyak lagi rumah sakit lain dan yang membutuhkan plasma konvalesen tapi ketersediaan stok benar-benar minim.”

Ni Ken lantas menjelaskan bagaimana prosedur donor plasma darah yang dilakukan PMI. Nantinya, pendonor akan diperiksa terlebih dahulu. Syarat mendonor adalah berat badan di atas 55 kilogram, memiliki tekanan darah baik, dan hemoglobinnya bagus.

Setelah kondisi dipastikan untuk melakukan donor plasma, maka mereka akan diambil darahnya dengan mesin pemisah sel darah merah dan plasma darah otomatis. Sedangkan sel darah merahnya akan dikembalikan lagi ke tubuh.

“Pakai mesin kita bisa ambil 400 mililiter, kita pisahkan jadi dua kantong sedangkan kalau mungil,” jelas Ni Ken. “Berat badan kurang dari 50 kilogram itu kita ambil kantong biasanya, metode konvensional hanya dapat satu kantong plasma, tapi nggak apa-apa udah lumayan bisa obati satu pasien.”

(wk/lian)

You can share this post!

Related Posts