Satgas COVID-19 Peringatkan 'Di Rumah Saja' Tak Jamin Seseorang Bebas Dari Corona
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Menurut Ketua Satgas COVID-19 Doni Monardo, sebanyak tujuh persen pasien positif corona yang dirawat di Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet Kemayoran sebelumnya sudah tidak pernah keluar rumah.

WowKeren - Ketua Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Doni Monardo memperingatkan bahwa beraktivitas di rumah saja tidak menjamin seseorang aman dari ancaman virus corona. Menurut Doni, sebanyak tujuh persen pasien positif COVID-19 yang dirawat di Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet Kemayoran sebelumnya sudah tidak pernah keluar rumah.

"Program-program di rumah saja ternyata tidak menjamin seseorang tidak terpapar COVID," tegas Doni dalam webinar pada Sabtu (19/9). "Apa buktinya? Tujuh persen pasien yang sekarang dirawat di Rumah Sakit Covid Wisma Atlet adalah mereka yang tidak pernah keluar rumah."

Doni menyebutkan bahwa penularan tersebut bisa terjadi karena masih ada orang serumah yang tetap beraktivitas di luar. Tanpa mereka sadari, hal ini membuat anggota keluarga atau orang yang tinggal serumah tersebut bisa menjadi pembawa virus dan menularkan COVID-19.

"Kalau di rumah itu ada orang-orang atau keluarga yang secara rutin mengikuti aktivitas di luar rumah, ketika kembali bisa jadi menjadi carrier, menjadi pembawa virus, pembawa COVID, bisa menulari juga," ungkap Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tersebut.


Oleh sebab itu, Doni menegaskan pentingnya penerapan protokol kesehatan setiap kali melakukan aktivitas di luar rumah, termasuk menjaga jarak. Hal ini dilakukan agar masyarakat tidak menjadi pembawa virus dan menyebabkan penularan kepada orang-orang yang tinggal serumah.

Lebih lanjut, Doni juga menyatakan bahwa perubahan perilaku merupakan kunci untuk mengalahkan COVID-19. Pasalnya, pandemi corona yang kini telah menjangkit lebih dari 30 juta orang di seluruh dunia ini berbeda dari wabah flu burung yang dapat dicegah dengan cara memusnahkan hewan unggas.

"COVID ini yang mengantarkannya bukan hewan, tapi manusia," pungkas Doni. "Sehingga, batasan antarorang itulah yang menjadi prioritas kita."

Sementara itu, kasus COVID-19 memang beberapa kali ditemukan pada orang-orang yang mengaku jarang keluar rumah. Padahal, membatasi aktivitas di luar rumah merupakan salah satu bentuk antisipasi penularan COVID-19.

Sebagai contoh, seorang wanita di Bekasi, Jawa Barat, yang berprofesi sebagai pekerja lepas (freelancer) dan jarang keluar rumah tetap dinyatakan positif COVID-19. Padahal, wanita tersebut hanya keluar rumah sekitar empat kali dalam sebulan untuk pergi ke supermarket dengan durasi tak lebih dari dua jam.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts