Terungkap Alasan Pelaku Mutilasi Kalibata City Sampai Hujani Korban dengan 8 Tikaman
Nasional

Tersangka DAF (26) menghabisi nyawa korban mutliasi RHW (33) dengan memukulkan batu sebanyak 3 kali ke kepalanya serta menikam bagian punggung sebanyak 8 kali.

WowKeren - Polisi terus mengembangkan penyidikan atas kasus pembunuhan dan mutilasi di Apartemen Kalibata City. Termasuk melakukan rekonstruksi adegan dan mendalami motif di balik setiap aksi yang dilakukan.

Dari hasil pemeriksaan itulah terungkap alasan tersangka DAF (26) dengan tega "menghujani" punggung korban RHW (33) dengan 8 tikaman. Padahal sebelumnya DAF sudah memukuli bagian belakang kepala RHW dengan batu bata sampai sebanyak 3 kali.

Rupanya DAF nekat menusukkan pisaunya ke punggung RHW lantaran emosi mendapati sang korban tak berkenan memberikan kata kunci ponselnya. Memang usai memukulkan batunya ke kepala RHW, DAF membekap sang korban dengan posisi ditengkurapkan sembari meminta PIN ponselnya.

"Adegan 12: tersangka LAS (27) keluar dari kamar mandi pada saat posisi korban dibekap dan menanyakan PIN ponsel korban," ujar Iptu Sidik, salah satu penyidik kasus tersebut. Namun RHW tetap bertahan tidak memberikan password ponselnya meski sudah dalam kondisi lemah.

Karena itulah DAF emosi dan menusuk punggung korban sebanyak 8 kali. Dalam keadaan yang kian sekarat, RHW dipaksa memberikan kata kuncinya, dan baru dikabulkan beberapa saat menjelang kematiannya.


"Adegan 14: tersangka LAS kembali menanyai PIN handphone korban kedua kali, karena yang pertama tidak diberikan. Password kemudian diberikan. Tidak lama kemudian korban meninggal dunia," beber Iptu Sidik, dilansir dari Tribun Kaltim, Rabu (23/9).

Usai dibunuh pada Rabu (9/9) lalu, jenazah RHW kemudian disembunyikan di dalam kamar mandi selama 3 hari. Baru pada Sabtu (12/9) tubuh RHW dimutilasi demi menyembunyikan jejak aksi kriminal mereka.

Setelah dimutilasi menjadi 11 bagian, yang dibagi dalam ransel dan koper itu, jenazah kemudian dibawa ke Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan. Di sana pun potongan tubuh jenazah sempat disimpan di dalam kulkas, selain disembunyikan pula di kamar mandi dan kolong meja kerja.

"Iya betul (disimpan di dalam kulkas)," kata Kanit III Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKP Mugi, Selasa (22/9). "Jadi kayak itu tempat aja ya, karena kan ada yang ditaruh di kamar mandi, kolong meja kerja gitu."

Kasus ini menyita perhatian nasional, salah satunya karena sosok LAS yang dikenal berprestasi selama menempuh pendidikan. Namun LAS kehilangan pekerjaan karena pandemi COVID-19, yang menyebabkan ia dan DAF nekat melakukan pembunuhan. Aksi ini pun membuat ibunda LAS terpuruk.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts