Sentilan Pakar ke Menkes Soal Pesan 'Anggap Semua Orang Positif Corona'
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto kembali menuai sindiran dari pakar karena pesannya yang bertujuan meningkatkan penggunaan masker pada masa pandemi COVID-19.

WowKeren - Kasus kematian akibat virus Corona (COVID19) di Indonesia telah menembus angka 10 ribu. Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto pun mengimbau masyarakat ikhlas memakai masker.

Teraawan pun mengingatkan pentingnya menggunakan masker di masa pandemi COVID-19. Tak tanggung-tanggung ia bahkan mengibaratkan semua orang harus dianggap positif Coroba tapi bukan sakit.

"Harus menganggap semua orang positif, bukan sakit, kita pakai masker karena masa pandemi," kata Terawan dalam keterangan tertulis dikutip di situs Kemkes, Jumat (25/9). "Harus ikhlas pakai masker, rajin cuci tangan, dan jaga jarak."

Pernyataan tersebut disampaikan Terawan saat mengunjungi Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Tanjung Pinang, Kamis (24/9). Terawan meminta semua berdoa dan tawakal. "Pengalaman kalian pasti luar biasa, saya minta untuk semua sabar, berdoa, tawakal, dan tetap berbahagia," ujarnya.


Sayangnya, pernyataan tersebut dinilai kurang tepat sasaran oleh para pakar. Seperti pakar epidemiologi Pandu Riono yang mempertanyakan mengapa Terawan baru memberikan arahan itu.

"Arahnya tepat, tapi memang orang peduli dengan arahan Kemenkes," kata Pandu, Jumat (25/9). "Selama ini ke mana aja? Kenapa baru ngomong sekarang? Tumben ngomong gitu? Kenapa, abis dimarahin Pak Jokowi?"

Seperti yang telah diketahui, Indonesia telah mencatatkan lebih dari 10 ribu jumlah kematian pasien Corona selama 6 bulan terakhir. Tercatat per 24 September, ada tambahan kasus meninggal dunia sebanyak 128 orang sehingga akumulasi jumlah pasien yang meninggal mencapai 10.105. Sementara itu, kasus positif juga kembali 'pecah telur' dengan 4.634 kasus baru dalam 24 jam terakhir.

Dari penambahan kasus meninggal akibat COVID-19 per 24 September, Jawa Timur menyumbang angka terbanyak yaitu 27 pasien. Menyusul Jawa Tengah dengan 25 orang meninggal dunia dan DKI Jakarta 20 pasien.

(wk/nidy)

You can share this post!

Related Posts