Puluhan Bed ICU di Wisma Atlet Disebut Bakal Dibongkar, Apa Alasannya?
Reuters
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Komandan Lapangan Rumah Sakit Darurat COVID-19 (RSDC) Letkol Muhammad Arifin pun membenarkan adanya wacana ini. Ia menyebut jika itu merupakan instruksi dari Kemenkes.

WowKeren - Sebanyak 39 bed ICU yang ada di Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet kabarnya akan dibongkar. Komandan Lapangan Rumah Sakit Darurat COVID-19 (RSDC) Letkol Muhammad Arifin pun membenarkan adanya wacana ini.

"Ya diberes-beresin itu," kata dia dilansir CNN Indonesia, Sabtu (26/9). Kendati demikian jumlah itu masih belum pasti sebab hal ini masih sebatas wacana.

Kendati demikian, wacana ini telah dibahas beberapa kali saat rapat internal. Ia menyebut jika wacana ini datang dari Kementerian Kesehatan. "Dokter yang tau persis sih dari anestesi. Ya pertimbangannya itu. Itu urusan Kemenkes. Yang punya kan Kemenkes," ujarnya menambahkan.

Namun, Arifin tidak menyebutkan secara pasti alasan mengapa pembongkaran itu akan dilakukan. "Itu tanyakan ke Menkesnya lah, kan yang punya itu anu Kemenkes ya," kata dia.


Sementara itu, RSD Wisma Atlet memang telah dialihfungsikan sebagai tempat untuk merawat pasien terpapar COVID-19. Mulanya hanya tower 6 dan 7 yang digunakan. Namun seiring bertambahnya pasien, tower demi tower mulai dibuka.

Pada Senin (21/9), RSD ini kembali membuka tower 4 lantaran bangunan sebelumnya, yakni Tower 5, sudah terisi sampai 90 persen. Tower 4 digunakan sebagai isolasi untuk pasien COVID-19 tanpa gejala.

Belum genap sepekan tower 4 dibuka, RSD rencananya akan kembali membuka tower 8 untuk merawat pasien OTG. "Sedang kami siapkan lagi (Tower 8) untuk menerima pasien OTG," ujar Ketua Satuan Tugas Penanganan COVID-19, Letjen TNI Doni Monardo, Sabtu (26/9).

Menurut data per Jumat (25/9) kemarin, Tower 4 RSD Wisma Atlet yang baru dibuka selama 5 hari sudah dihuni sebanyak 1.004 orang. Padahal kapasitas yang disediakan mencapai 1.546 orang atau sudah terisi sampai 64,94 persen.

Sementara itu, kasus COVID-19 secara nasional masih belum menunjukkan tanda-tanda akan menurun. Bahkan pada Jumat (25/9) kemarin, RI kembali mencatat rekor 4.823 kasus positif.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts