Sandiaga Uno Diprediksi Maju Pilpres 2024 Bukan Dengan Prabowo Tapi Sosok Ini
Instagram/sandiuno
Nasional

Sandiaga Uno digadang-gadangkan akan kembali maju di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 mendatang. Namun, Sandi diprediksi tidak akan maju bersama Prabowo melainkan sosok ini.

WowKeren - Sandiaga Uno diprediksi akan kembali maju dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 mendatang. Ia dinilai tetap akan mencalonkan diri mesk telah menderita kekalahan dalam Pemilu 2019 bersama dengan Prabowo Subianto.

Seperti yang diketahui, Sandi mencalonkan diri menjadi Wakil Presiden Republik Indonesia sedangkan Prabowo sebagai Presiden Republik Indonesia. Sayang, keduanya dikalahkan oleh Joko Widodo dan Ma’aruf Amin yang saat ini telah memimpin Indonesia.

Namun, Ahli Hukum Tata Negara Refly Harun mengamati jika Sandi akan kembali mencalonkan diri karena selalu aktif berinteraksi dengan banyak orang. Ia mencontohkan bagaimana Sandi sering melakukan safari dan menggunakan media sosialnya untuk menyentuh masyarakat Indonesia.

Meski demikian, Refly menyebut jika Sandi tidak akan maju di Pilpres 2024 bersama dengan Prabowo lagi. Adapun sosok Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang digadang-gadangkan akan maju Pilpres bersama dengan Sandi.

”Tentu tidak mungkin dengan Prabowo. Sebagai partai besar PDIP ingin satu kursi itu di dirinya,” kata Refly seperti dilansir dari Suara, Sabtu (26/9). “Masalahnya adalah di PDIP ada dua tokoh yang menonjol, satu adalah Ganjar Pranowo, dua adalah Puan Maharani.”


”Ganjar sebenarnya lebih leading, tapi darah birunya kan di Puan Maharani. Lalu di Gerindra, ada dua orang pula yang disebut-sebut menonjol,” sambungnya. “Satu adalah Prabowo yang identik dengan Gerindra, dua adalah Sandiaga Uno yang tidak terlalu identik sesungguhnya.”

Refly menyebut jika sosok Anies selalu mendapatkan elektabilitas tinggi dalam hasil survei. Sementara sosok Sandi dinilai tidak kalah kuat lantaran memiliki kekuatan di sisi logistik.

Berkaca pada Pemilu 2019, Sandi telah menggelontorkan uang nyaris Rp1 triliun demi memperebutkan kekuasaan sebagai pemimpin Indonesia. Adapun rincian dana tersebut terbagi menjadi Rp300 miliar untuk biaya kampanye Pilkada dan Rp600 miliar untuk biaya kampanye Pilpres. Semua itu belum termasuk pengeluaran lain-lain yang tidak tercatat.

”Jadi, apakah Sandi akan menjadi lawan koalisi di Istana, katakanlah Sandi Uno plus Anies Baswedan,” ungkap Refly. “Anies presidennya, Sandi wapresnya, atau dibalik.

”Tergantung konstelasi terakhir. Jadi saya cuma bilang semua itu sangat mungkin, karena politik itu dinamis,” sambungnya. “Tetapi yang pasti tidak baik kalau semua itu dikawin secara paksa.”

(wk/lian)

You can share this post!

Related Posts