Sebut Tak Sama dengan Salju, IPB Jelaskan Penyebab Fenomena Hujan Es di RI
Unsplash/Cody Angus
Nasional

Fenomena hujan es berkaitan dengan Equinox yang merupakan fenomena ketika matahari tepat berada di equator, sehingga penerimaan energi matahari di wilayah dekat equator cukup tinggi.

WowKeren - Pada Rabu (23/9), hujan es melanda sejumlah wilayah di Kota Bogor. Butiran es turun saat hujan yang disertai kilat terjadi selama kurang lebuh 30 hingga 90 menit.

Dosen dari Departemen Geofisika dan Meteorologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Institut Pertanian Bogor (IPB) Rini Hidayati memberikan penjelasan terkait fenomena hujan es yang melanda Bogor dan wilayah RI lainnya. Menurutnya, fenomena hujan es tidak sama dengan hujan salju.

Hujan es terjadi lantaran dipicu oleh kondisi udara yang panas dan uap air yang cukup banyak. Hujan es bisa terjadi antara akhir musim kemarau dan awal musim hujan.

"Ini kejadian yang tidak sering, tapi juga tidak jarang. Kejadian itu biasa terjadi kalau kondisi udara panas, dan kondisi uap air yang ada di udara cukup banyak," kata dia dilansir Antara, Sabtu (26/9). "Kondisi ini biasanya terjadi di akhir musim kemarau atau awal musim hujan dengan udara yang panas dan lembab."


Fenomena hujan es juga disebutnya erat berkaitan dengan kejadian Equinox. Equinox merupakan fenomena ketika matahari tepat berada di equator, sehingga penerimaan energi matahari di wilayah dekat equator cukup tinggi. Kondisi perpaduan inilah yang memicu terjadi awan Cb.

"Kondisi panas dan lembab tersebut menyebabkan terbentuknya awan Cumulonimbus (Cb)," jelasnya. "Yaitu awan yang tumbuh vertikal dari ketinggian yang rendah (kurang dari 2.000 meter) sampai dengan ketinggian belasan kilometer."

Awan ini terus tumbuh hingga melalui lapisan suhu nol derajat celcius sehingga hal ini berpotensi membuatnya membeku dan membuat butiran hujan menjadi padat. "Saat turun belum sepenuhnya luruh sehingga sampai ke permukaan tanah masih dalam bentuk padatan," tambah Rini.

Fenomena ini, dikatakannya, akan sering terjadi di daerah yang tidak jauh dari laut seperti Pulau Jawa. Begitu juga dengan Pulau Sumatera dan Kalimantan, daerah di Sumatera bagian barat. Sementara, wilayah bagian timur dan Kalimantan bagian Timur sangat jarang terjadi hujan es.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts