Ini Syarat Dapat Tes Swab Gratis Dari Pemerintah
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Sebagai informasi, harga tes swab di Indonesia kini berkisar dari Rp 1,5 juta hingga lebih dari Rp 2,5 juta untuk sekali tes. Pihak BNPB Indonesia bahkan mengungkapkan harga tes swab di rumah sakit swasta bisa mencapai Rp 5 juta.

WowKeren - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) I Gusti Ayu Bintang Darmawati menyatakan bahwa pemerintah menyediakan fasilitas tes swab COVID-19 gratis. Tes swab gratis terseut akan diberikan kepada satu keluarga apabila ada anggotanya yang positif terinfeksi COVID-19.

Sebagai informasi, harga tes swab di Indonesia kini berkisar dari Rp 1,5 juta hingga lebih dari Rp 2,5 juta untuk sekali tes. Pihak BNPB Indonesia bahkan mengungkapkan harga tes swab di rumah sakit swasta bisa mencapai Rp 5 juta.

Bintang menjelaskan bahwa pemberian fasilitas tes swab gratis ini sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo. Sang Presiden disebut mulai khawatir dengan peningkatan kasus COVID- 19 di klaster keluarga.

"Kalau dari keluarga tersebut sesuai ini, nanti akan dapat PCR atau swab test gratis yang ditanggung Satgas daerah tersebut," jelas Bintang di Istana Kepresidenan pada Jumat (25/9). "Nanti satgas daerah yang akan tindak lanjut melakukan tracing kepada keluarga."


Oleh sebab itu, Bintang meminta agar masyarakat segera melapor apabila ada salah satu anggota keluarga yang positif terinfeksi COVID-19. Bintang menjelaskan warga bisa melapor ke Puskesmas atau Dinas Kesehatan terdekat.

Nantinya, tes swab akan dilakukan kepada seluruh anggota keluarga lain yang tinggal serumah berdasarkan laporan tersebut. Apabila ditemukan kasus positif COVID-19, maka akan dilakukan isolasi maupun perawatan.

Lebih lanjut, Bintang mengungkapkan bahwa Kementerian PPPA kini telah menyiapkan protokol kesehatan untuk keluarga. Nantinya, protokol kesehatan tersebut akan menjadi pedoman untuk mencegah penularan COVID-19 di lingkungan keluarga. "Kemudian, protokol kesehatan juga akan mengatur bagaimana ketika ada keluarga yang terpapar," pungkas Bintang.

Sebelumnya, Bintang juga mengimbau masyarakat untuk tetap mengenakan masker meski berada di dalam rumah. Hal ini untuk mengurangi risiko penularan antar anggota keluarga yang tinggal satu atap.

"Terutamanya perempuan sebagai manajer rumah tangga harus mengingatkan keluarganya. Walaupun di dalam rumah kami sarankan untuk tetap memakai masker," terang Bintang pada Kamis (24/9) lalu. "Apalagi di dalam keluarga ada kelompok rentan balita dan lansia."

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts