Viral Surat Edaran Kades Ngastemi Mojokerto Larang Warga Kristen Ibadah di Wilayahnya
Nasional

Sebuah unggahan yang menampilkan surat larangan warga Kristen di Desa Ngastemi, Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto, melakukan ibadah di rumah baru-baru ini viral di media sosial.

WowKeren - Sebuah surat berisi larangan warga Kristen di Desa Ngastemi, Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto, melakukan ibadah di rumah tiba-tiba viral di media sosial. Surat tersebut diunggah oleh akun @Sifudan_mora di Twitter.

Surat tersebut ditujukan kepada salah seorang warga bernama Sumarmi yang tinggal di RT 03 Dusung Karangdami, Ngastemi. Merujuk pada surat tersebut, pihak desa bersama Muspika, KUA, Ketua MUI Bangsal, umat Kristen dan perwakilan umat muslim Desa Ngastemi telah melakukan musyawarah terkait pembangunan rumah atas nama Sumarmi.

Ada dua poin yang ditegaskan dalam surat tersebut. Pertama, Sumarmi tidak boleh mendirikan bangunan rumah dengan mencirikan karakteristik tempat ibadah.

"Apabila maksud pembangunan atau renovasi rumah untuk tempat tinggal silakan dilanjutkan. Namun dilarang mencirikan atau mencerminkan karakteristik tempat ibadah Kristen, misalnya tanda salib," demikian keterangan dalam surat tersebut.

Jika bangunan tersebut bertujuan untuk pembangunan tempat ibadah Kristen, maka harus dihentikan. Pihak desa meminta Sumarmi memenuhi terlebih dahulu persyaratan SKB dua menteri (Menteri Dalam Negeri dan Menteri Agama) sebelum melakukan pembangunan rumah ibadah.

Kemudian pada poin kedua, pihak desa melarang adanya kegiatan ibadah dan doa bersama umat Kristen yang biasa digelar di kediaman Sumarmi. Pihak desa mengklaim, kegiatan keagamaan Kristen tersebut telah menimbulkan keresahan warga Dusun Karangdami, Ngastemi sehingga harus dihentikan.


Viral Surat Edaran Kades Ngastemi Mojokerto Larang Warga Kristen Ibadah di Wilayahnya

Twitter

"Dilarang melakukan ibadah dan atau doa bersama di rumah saudara Sumarmi yang ada di RT 03 Dusun Karangdami tersebut agar tercipta suasana harmonis kehidupan antar umat beragama khususnya di Dusun Karangdami," tulisnya.

Viralnya unggahan foto tersebut lantas menjadi topik panas netizen. Tak sedikit yang merasa tak senang akan hal ini.

"Jangan-jangan kata orang-orang diluar tentang minoritas selalu mengalah dan bersabar benar adanya apa iya?" komentar netizen.

"Aku penasaran apakah doa doa orang kristiani ini sangat didengar Tuhan sampe membuat warga sekitar resah. Takut didoain murtad gitu. Duhhhhh," sahut netizen lainnya.

"Mungkin kegiatan keagamaan yang meresahkan itu : Pas ada acara, anak2 mereka yang kecil2 pada kepo, 'eh itu apa ya kok bagus2 nyanyiannya, suaranya juga merdu' lalu datanglah anak2 ini untuk ngintip acara ini, tertariklah mereka dan ikut gabung. Insecure kok sama agama, ckck," ujar netizen lainnya menimpali.

(wk/nidy)

You can share this post!

Related Posts