Terus Tuai Pro-Kontra, Ketua DKPP Sebut Pilkada 9 Desember Bukan Harga Mati
Nasional
Pilkada 2020

Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) Muhammad menegaskan masih besar potensi Pilkada 9 Desember 2020 ditunda bila situasi pandemi COVID-19 mengkhawatirkan.

WowKeren - Pemerintah dan DPR RI sepakat untuk mengadakan Pilkada serentak kendati pandemi COVID-19 masih belum terkendali. Sedianya Pilkada serentak ini digelar pada 9 Desember 2020 dan seketika memancing pro-kontra.

Namun demikian, Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) Muhammad menyatakan bahwa pelaksanaan Pilkada serentak tanggal 9 Desember bukanlah harga mati. Dalam artian jadwal pelaksanaan bisa ditunda menyesuaikan dengan kondisi pandemi COVID-19.

"Pilkada 9 Desember bukan harga mati. Bisa saja ditunda karena pandemi," tegas Muhammad pada Selasa (29/9) malam. "Presiden bisa mengeluarkan Perppu untuk itu."

Menurut Muhammad, saat ini pemerintah masih memerhatikan kondisi pandemi COVID-19 di Indonesia. Namun sejauh ini Pilkada tetap dilaksanakan pada 9 Desember 2020 karena tidak ada kepastian kapan pandemi COVID-19 akan berakhir.

"Pemerintah sedang memperhatikannya tiap hari. Bahkan jam per jam situasinya," ungkap Muhammad, dilansir dari Kompas, Rabu (30/9). "Jika tidak memungkinkan, Presiden bisa mengeluarkan Perppu untuk menunda Pilkada."


"Pemerintah tidak akan ragu jika (situasi) pandemi sangat mengkhawatirkan sebelum 9 Desember," imbuh Muhammad. "Pilkada akan ditunda. Opsinya bisa Maret 2021 atau opsi lainnya."

Sedangkan sejauh ini pemerintah, penyelenggara Pemilu, dan DPR RI sepakat pesta demokrasi itu akan digelar serentak pada 9 Desember 2020. Namun Komisi II DPR RI menegaskan bahwa Pilkada harus dilaksanakan sesuai dengan protokol COVID-19, yang dilakukan secara konsisten dan pelanggarnya wajib mendapatkan sanksi tegas.

Sejauh ini sudah ada beberapa pasangan calon Pilkada 2020 yang dinyatakan melanggar protokol kesehatan oleh pihak penyelenggara. Termasuk di antaranya adalah menantu Presiden Joko Widodo, Bobby Nasution, dan petahana Wali Kota Medan Akhyar Nasution.

Di sisi lain, paslon diwajibkan menempuh cara kreatif untuk berkampanye karena tidak diperkenankan ada aktivitas tatap muka. Seperti yang dilakukan putra sulung Jokowi, Gibran Rakabuming Raka untuk berkampanye di Solo, Jawa Tengah.

Lewat laman media sosialnya, kakak dari Kaesang Pangarep itu tampak hadir di pemukiman warga dengan layar besar dan portable speaker. Metode blusukan virtual ini, imbuh Gibran, disambut baik warga karena bisa menyampaikan program kerjanya sekaligus mengurangi risiko penularan COVID-19.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts