Tak Hanya Tsunami, Kondisi Letak Geografis Bikin RI Perlu Waspadai Sejumlah Potensi Bencana
Nasional

Indonesia berada di zona pertemuan lempeng-lempeng besar dunia yakni Lempeng Eurasia, Indo-Australia, Pasifik, dan Filipina. Akibatnya, Indonesia memiliki banyak patahan aktif

WowKeren - Beberapa waktu belakangan, publik diramaikan dengan prediksi bencana gelombang tsunami setinggi 20 meter. Berdasarkan hasil riset yang dilakukan oleh peneliti Institut Teknologi Bandung, gelombang tsunami setinggi 20 meter berpotensi melanda wilayah Pulau Jawa bagian selatan.

Namun rupanya, bukan hanya tsunami saja yang menjadi ancaman di Indonesia. Masih ada sejumlah potensi bencana lainnya yang juga tak kalah perlu diwaspadai.

Hal ini disebabkan karena letak geografis Indonesia yang memang berada di zona pertemuan lempeng-lempeng besar dunia yakni Lempeng Eurasia, Indo-Australia, Pasifik, dan Filipina. Akibatnya, Indonesia memiliki banyak patahan aktif sehingga membuatnya rawan mengalami bencana gempa bumi.

Selain itu, sudah menjadi rahasia umum jika Indonesia juga banyak memiliki gunung berapi yang masih aktif. Deretan gunung berapi tak lepas dari aktivitas tektonik. Sehingga erupsi gunung juga menjadi potensi bencana alam yang perlu diwaspadai.


"Deretan gunung api Indonesia merupakan bagian dari deretan gunung api Asia-Pasifik yang sering disebut sebagai Cincin Api Pasifik atau deretan Sirkum Pasifik," demikian bunyi Visi Penanggulangan Bencana yang tertuang dalam PP terbaru tentang Rencana Induk Penanggulangan Bencana (RIPB) 2020-2044 yang dilansir dari CNBC Indonesia, Rabu (30/9). "Hal ini menjadikan Indonesia sebagai negara rawan ancaman bencana alam, antara lain gempa bumi, tsunami, letusan gunung api, dan longsor."

Selain itu, bencana hidrometrologis yang dipicu oleh perubahan iklim global juga tak boleh dikesampingkan. Adapun yang dimaksud adalah bencana alam seperti banjir, longsor, kekeringan, kebakaran hutan dan lahan, cuaca dan iklim ekstrim. Sebab jika tidak ada antisipasi maka tak menutup kemungkinan bencana seperti ini juga mampu menimbulkan korban jiwa.

Selain ancaman hidrometrologis, Indonesia juga dihadapkan pada ancaman bencana biologis. Seperti penyakit yang ditularkan dari hewan atau zoonosis, hama, penyakit tanaman, dan ancaman lainnya yang dapat menimbulkan korban jiwa.

Selain bencana alam Indonesia juga perlu mewaspadai ancaman bencana non alam. Misalnya kegagalan teknologi. modernisasi, serta konflik sosial.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts