Presiden Joko Widodo angkat berbicara mengenai penanganan pandemi virus corona di Indonesia, tegaskan tak perlu sok-sokan lakukan lockdown untuk tekan kasus COVID-19.
- Ruth Meliana
- Senin, 05 Oktober 2020 - 07:49 WIB
WowKeren - Presiden Joko Widodo angkat berbicara mengenai perkembangan penanganan pandemi virus corona di Indonesia. Ia kembali menegaskan jika lockdown bukan solusi yang tepat untuk menekan laju penyebaran COVID-19 di Tanah Air.
Jokowi menjelaskan jika lockdown tingkat kota, kabupaten, maupun provinsi memiliki dampak yang buruk bagi masyarakat. Menurutnya, memaksa melakukan lockdown sama saja dengan mengorbankan kehidupan masyarakat.
”Tidak perlu sok-sokan akan me-lockdown provinsi, me-lockdown kota, atau me-lockdown kabupaten,” kata Jokowi dalam video yang diunggah di akun YouTube Sekretariat Presiden, Sabtu (3/10). “Karena akan mengorbankan kehidupan masyarakat.”
Mantan Gubernur DKI Jakarta ini lantas membeberkan strategi pemerintah dalam menangani pandemi. Sejauh ini, pemerintah terus berupaya menangani pandemi dengan mencari titik keseimbangan antara kepentingan kesehatan masyarakat dan kepentingan ekonomi.
Demi tetap menjaga perekonomian di tengah penyebaran virus corona, Jokowi lebih mengandalkan pembatasan sosial berskala mikro atau mini lockdown. Kebijakan pembatasan dinilai lebih efektif dalam menekan laju penularan virus corona sekaligus menjaga perekonomian rakyat ketimbang lockdown.
”Kita buat lebih terarah, spesifik, fokus, tajam untuk mengatasi masalah Covid tapi tidak membunuh ekonomi dan kehidupan masyarakat,” tegas Jokowi. “Ini yang harus kita lakukan.”
Terakhir, Mantan Wali Kota Solo ini mengingatkan masyarakat untuk berhenti menganggap kebijakan pemerintah mencla-mencle terkait penanganan pandemi. Terlebih, pandemi virus corona merupakan masalah baru uang juga turut mengguncang dunia.
Setiap negara dinilai Jokowi memiliki permasalahan dan situasi yang berbeda-beda. Oleh sebab itu, setiap negara tentunya memiliki kebijakan-kebijakannya sendiri yang dianggap terbaik.
”Tiap negara juga berbeda-beda masalahnya, berbeda cara dalam menanganinya,” ujar Jokowi. “Jadi kita pun harus terus menyesuaikan diri mencari cara terbaik yang paling cocok dengan situasi kita.”
(wk/lian)