Fenomena Ikan Terdampar di Pantai Dikaitkan Tsunami, Ratusan Warga Pesisir Tulungagung Mengungsi
pixabay.com
Nasional

Adanya prediksi gelombang tsunami tinggi pada dasarnya bukan untuk menakut-nakuti masyarakat. Sebaliknya, dengan adanya prediksi ini diharapkan masyarakat lebih waspada

WowKeren - Ratusan warga yang tinggal di pesisir Pantai Sine, Kecamatan Kalidawir, Tulungagung beramai-ramai mengungsi ke tempat yang lebih tinggi. Mereka panik akan terjadi tsunami.

Adapun kepanikan warga ini bermula dari munculnya fenomena ikan-ikan kecil yang terdampar di bibir pantai. Hal itu sebagaimana dikemukakan oleh Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Tulungagung Galih Nusantoro.

Ia mengatakan jika fenomena itu dikaitkan dengan isu tsunami yang santer terdengar beberapa waktu belakangan. Diketahui, peneliti ITB menyebut adanya potensi gelombang tsunami setinggi 20 meter di wilayah pesisir selatan Pulau Jawa.

"Kemudian kejadian itu dikait-kaitkan dengan hasil penelitian ITB tentang potensi tsunami di pesisir selatan Jawa," kata Galih dilansir Detik, Rabu (8/10). "Dan dikaitkan dengan gempa yang terjadi di Lumajang."

Karena takut akan diterjang tsunami, warga pun segera berlindung ke tempat yang lebih tinggi. "Alhamdulillah saat ini warga mulai tenang dan telah kembali ke rumah masing-masing. Namun masih ada belasan warga yang bertahan, terutama yang sepuh (tua)," jelasnya.


Adanya prediksi gelombang tsunami tinggi pada dasarnya bukan untuk menakut-nakuti masyarakat. Sebaliknya, dengan adanya prediksi ini diharapkan masyarakat lebih waspada terhadap potensi bencana yang mungkin terjadi di wilayahnya.

Galih mengimbau masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir untuk tetap tenang dan waspada. Waspada adalah yang sangat penting karena wilayah selatan Jawa merupakan salah satu lokasi yang rawan terjadi gempa maupun tsunami.

Masyarakat diimbau untuk tidak mudah terpancing dengan informasi liar yang berkembang yang belum tentu bisa dipertanggungjawabkan. Sebaliknya, mereka diminta untuk berpegang pada arahan pemerintah.

"Jangan mudah terpancing dengan isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan," tutur Galih. "Sesuai dengan simulasi, pemerintah akan memberikan arahan dan petunjuk khusus pada saat terjadi kondisi darurat.

Fenomena yang dianggap mirip pertanda tsunami sebelumnya juga terjadi di Jepara dimana air laut surut di Pantai Benteng Portugis. Namun BMKG menyebut jika fenomena ini normal.

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait