Melihat ukuran batu yang besar dan berat, diduga jika pemindahan batu itu memerlukan banyak tenaga. Dengan kata lain, ada kegiatan gotong royong di zaman itu.
- Zodiak Yanuarita
- Kamis, 08 Oktober 2020 - 14:47 WIB
WowKeren - Warga Sentani Kabupaten Jayapura dihebohkan dengan kemunculan gugusan batu di danau. Diketahui, air di Danau Sentani surut hingga membuat benda-benda purbakala yang berada di dalam air menjadi terlihat jelas ke permukaan.
Batu-batu tersebut diyakini merupakan peninggalan sejarah di masa lampau. Masyarakat sekitar menamai batu lempeng dan mengerucut ini sebagai batu beranak.
Pasalnya, terdapat batu-batu dengan ukuran berbeda. Salah satu batu yang diyakini sebagai batu perempuan memiliki lebar 1 meter dan tinggi 2 meter. Lalu batu pria memiliki tinggi 1 meter.
Kedua batu ini seakan mengapit batu anak yang berbentuk lempeng dan rata dengan permukaan danau. Arkeolog pun memberikan penjelasan tentang asal mual batu ini.
Peneliti senior Balai Arkeologi Papua Hari Suroto menegaskan bahwa batu itu sengaja dibawa dari sekitar kaki Gunung Cyclops untuk tujuan tertentu. diperkirakan batu ini adalah peninggalan zaman Megalitik (1500 SM).
Ia menyebut jika jenis batu beranak tidak sama dengan jenis batuan yang ada di sekitar danau. Karena posisi batu sekaan berdiri, ia meyakini jika batu itu sengaja diposisikan sedemikian rupa.
"Jika melihat jenis batunya, batu beranak ini jenis batuan beku Peridotit dan banyak didapatkan di Pegunungan Cyclops," kata Hari. "Posisi batu ini berdiri, jadi memang ada unsur kesengajaan. Maksudnya memang orang yang membawanya ke danau kemudian diberdirikan."
Melihat ukuran batu yang besar dan berat, ia menduga jika pemindahan batu itu memerlukan banyak tenaga. Dengan kata lain, ada kegiatan gotong royong di zaman itu.
"Pelajaran yang bisa diambil adalah nilai gotong royong," lanjutnya lagi. "Nilai gotong royong ini perlu diajarkan ke generasi milenial."
Sementara itu, Kepala Balai Arkeologi Papua Gusti Made Sudarmika menjelaskan jika peninggalan benda bersejarah ini harus dilestarikan.
"Wilayah Sentani ini peradabannya sudah sangat maju. Ini terbukti dari beberapa situs sejarah yang telah ditemukan," kata dia. "Seperti di situs Tutari kemudian adanya gerabah-gerabah yang sudah bermotif alam sekitar seperti ikan dan lainnya."
(wk/zodi)