Heboh Fenomena Kematian Massal Hewan Laut di Pantai Rusia, Penyebab Masih Misterius
Dunia

Gubernur regional Vladimir Solodov mengatakan polusi bisa jadi disebabkan oleh tumpahan beberapa zat beracun. Kendati demikian, ia menyebut adanya kemungkinan faktor alam.

WowKeren - Para pejabat Rusia menyatakan jika pantai mereka yang terletak di daerah terpencil negara itu, kemungkinan telah terkontaminasi bahan kimia beracun. Pernyataan ini menyusul temuan para aktivis lingkungan terkait bencana ekologis, dimana ratusan makhluk laut ditemukan mati massal.

Dilansir Telegraph, Jumat (9/10), seorang pengguna media sosial yang merupakan warga setempat memposting sebuah video yang memperlihatkan air laut yang berwarna kuning. Tak hanya itu, lokasi favorit para turis yang ada di Pantai Khalaktyrsky telah dipenuhi bangkai ikan, bulu babi, gurita, hingga anjing laut.

Sementara itu, penduduk setempat melaporkan jika dampak polusi telah menjangkau seluas 25 mil dengan ratusan makhluk yang terbunuh. Terkait hal ini, otoritas setempat pun buka suara.

Gubernur regional Vladimir Solodov mengatakan polusi bisa jadi disebabkan oleh "tumpahan beberapa zat beracun". Kendati demikian, ia menyebut adanya kemungkinan faktor alam.


"Ada kekhawatiran, kami akan memeriksa sepenuhnya besok," kata Solodov. Pemerintah daerah, dikatakannya juga memeriksa kemungkinan penyebab alami terkait ganggang dan "aktivitas seismik".

Meski sudah ada konfirmasi mengenai kematian massal hewan laut, namun uji sampel pada air yang mengalir dari sungai ke teluk tidak menunjukkan adanya polusi yang melebihi batas kewajaran. Namun, ahli ekologi tak sepakat dengan ini. Mereka menyatakan jika fenomena itu tak mungkin disebabkan oleh aktivitas alam. Mereka lebih mencurigai daerah terdekat yang digunakan sebagai lokasi pembuangan limbah.

Sebab, sejumlah peselancar mengatakan mereka menderita mual dan masalah penglihatan setelah meninggalkan lokasi itu beberapa minggu kemudian. Bahkan beberapa menderita luka bakar pada kornea.

"Penting untuk menahan dan mencegah pencemaran lebih lanjut di garis pantai secepat mungkin," kata Vasily Yablokov, kepala proyek iklim Greenpeace di Rusia. "Mengidentifikasi sumber pencemaran dan mengambil tindakan tanggap yang diperlukan."

Lebih jauh, Greenpeace menyatakan jika berdasarkan uji sampel yang dilakukan, mereka mendapati kandungan minyak bumi di dalam air empat kali lebih tinggi. Tes itu juga mengungkap kandungan bahan kimia beracun fenol dua setengah kali lebih tinggi.

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait