Anya Geraldine memperlihatkan sederet foto saat para pendemo justru memakai namanya untuk menyuarakan penolakan pada UU Cipta Kerja. Ia pun tak lupa memberi nasihat penting ini untuk para demonstran.
- Trias Rohmadoni Alandari
- Jumat, 09 Oktober 2020 - 20:22 WIB
WowKeren - Nama Anya Geraldine rupanya ikut dibawa saat aksi demo menyuarakan penolakan UU Cipta Kerja. Hal ini diketahui dari sejumlah foto yang dibagikan Anya sendiri dalam postingan Instagram miliknya pada Jumat (9/10).
Pendemo menuliskan kalimat gombalan untuk Anya sekaligus penolakan pada UU Cipta Kerja. Beberapa di antaranya seperti, "Aku benci DPR Aku sayang Anya", "Tolak UU Omnibus Law, sah kan saja aku dengan Anya Geraldine", "Ada yang sudah sah tapi bukan aku dan Anya", "Walau DPR tak punya hati, Anya Geraldine selalu di hati" dan masih banyak lainnya.
Bersama dengan postingan tersebut, Anya menyampaikan pesan manis bagi para pendemo. "Tolong jaga diri kamu baik2 buat aku yaa, i love you all. Stay safe yah. Salam paguyuban AG garis keras," tulisnya di bagian caption.
Postingan Anya langsung diserbu beragam reaksi dari netizen. Tak sedikit netizen memberi kalimat gombalan tak kalah menarik dari pendemo. Bahkan ada juga netizen yang seringkali mengungkit "harta tahta anya" dalam kolom komentar.
"Dpr terlalu Lutfi Agizal buat aku yg anya geraldine," tulis akun @toni***. "Kebayang kalo jadi pacarnya Anya, harus banyak banyak legowo, no jealousy at all," sambung akun @irpan***. "Klo massa rusuh hadirkan anya biar jadi peneduh," tambah akun @hikmat***.
"Harta tahta anya emang," komentar akun @missel***. "Sah kan saja aku dan anya, jangan RUU. Tolong ini mah bund!" kata akun @hy***. "Berikan aku seorang anya,akan guncang puan maharani..." imbuh akun @andi***. "Aku juga sayang anya," tambah akun @erlangga***.
Seperti diketahui masyarakat Indonesia dari berbagai lapisan mulai mahasiswa hingga buruh turun ke jalanan menyuarakan penolakan atas UU Cipta Kerja. Pengesahan UU Cipta Kerja pada Senin (5/10) lalu tersebut membuat publik meradang karena didalamnya memuat sejumlah aturan yang dinilai sangat merugikan, bahkan akan mengeksploitasi kaum pekerja.
(wk/tria)