Gerindra Buka Suara Soal Visa dan Kunjungan Prabowo ke AS
Instagram/prabowo
Nasional

Sebagai informasi, laporan New York Times mengatakan bahwa pada tahun 2000, Departemen Luar Negeri AS sempat menolak visa Prabowo untuk menghadiri wisuda anaknya di Boston.

WowKeren - Amerika Serikat (AS) dikabarkan telah memutuskan untuk memberi visa kepada Menteri Pertahanan Prabowo Subianto. Sebelumnya, Prabowo sempat masuk dalam daftar hitam alias blacklist dan dilarang masuk ke AS, bahkan untuk menghadiri wisuda putranya di Boston.

Partai Gerindra lantas buka suara atas kabar tersebut. Menurut Ketua Harian DPP Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad, pihaknya belum bisa memastikan kapan pastinya visa izin berkunjung ke AS diberikan pada Prabowo.

Dasco hanya memastikan bahwa Prabowo yang kembali menjabat sebagai Ketua Umum Partai Gerindra tersebut akan melakukan kunjungan ke AS pada 15 hingga 19 Oktober 2020.

"Kalau pasti (dapat visa) kapannya, saya kurang tahu," ungkap Dasco dilansir CNN Indonesia pada Sabtu (10/10). "Tapi yang sudah pasti itu beliau ke Amerika minggu depan."

Lebih lanjut, Dasco menyatakan bahwa jika tanggal keberangkatan telah ditetapkan, maka seluruh syarat berkunjung yang harus dimiliki Prabowo tentunya juga sudah terpenuhi. "Dan saya pikir kalau sudah diatur perjalanan semua syarat-syarat yang harus didapat atau syarat yang harus dipenuhi tentunya sudah mencukupi," tutur Dasco.


Hal senada juga disampaikan oleh Juru Bicara Menteri Pertahanan Bidang Komunikasi Publik dan Hubungan Antar Lembaga Dahnil Anzar Simanjuntak. Menurut Dahnil, kunjungan Prabowo ke AS dilakukan atas undangan dari pemerintah Negeri Paman Sam.

Adapun undangan tersebut disampaikan langsung melalui Menteri Pertahanan AS Mark Esper. "Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto diundang pemerintah Amerika Serikat melalui Menteri Pertahanan Amerika Serikat Mark Esper untuk berkunjung ke Amerika Serikat pada tanggal 15-19 Oktober 2020," ungkap Dahnil.

Meski demikian, Dahnil tidak memberikan komentar kala ditanya soal visa AS Prabowo. "Itu saja yang bisa dijelaskan," pungkas Dahnil.

Di sisi lain, laporan New York Times mengatakan bahwa pada tahun 2000, Departemen Luar Negeri AS menolak visa Prabowo untuk menghadiri wisuda anaknya di Boston. Akan tetapi, pihak AS tidak pernah menjelaskan mengapa permohonan visa Prabowo ditolak.

Dalam wawancaranya kepada Reuters pada tahun 2012, Prabowo mengatakan bahwa ia ditolak untuk mendapatkan visa AS karena tuduhan yang menyatakan bahwa dirinya menghasut kerusuhan yang menewaskan ratusan orang setelah penggulingan Presiden Soeharto. Namun, Prabowo membantah telah melakukan kesalahan.

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait