Menkes Terawan Ungkap Hal yang Bisa Selamatkan Nyawa dari Corona
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Kasus kematian akibat virus corona (COVID-19) di Indonesia telah mencapai 12.268 pasien per Kamis (15/10). Menkes Terawan Agus Putranto lantas mengungkapkan hal yang dapat menyelamatkan nyawa dari ancaman corona.

WowKeren - Virus corona (COVID-19) hingga kini masih mewabah dan bahkan telah menjangkit 349.160 orang dan menelan 12.268 korban jiwa di Tanah Air. Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto lantas mengungkapkan hal yang dapat menyelamatkan nyawa dari ancaman COVID-19

Hal tersebut adalah mencuci tangan untuk menjaga kebersihan dan kesehatan. "Tangan yang bersih menyelamatkan nyawa dari ancaman COVID-19 dan penyakit menular lainnya," tutur Terawan dalam siaran pers di laman resmi Kementerian Kesehatan, Jumat (16/10).

Oleh sebab itu, Terawan pun meminta agar semua Kementerian/Lembaga dan pemangku kepentingan untuk mendorong pentingnya mencuci tangan dengan sabun. Terawan juga meminta pemerintah provinsi dan kabupaten/kota untuk meningkatkan kampanye cuci tangan dengan sabun di daerah mereka masing-masing.

Salah satunya adalah dengan menyediakan fasilitas cuci tangan yang lebih banyak di tempat umum. "Pemerintah daerah agar menyediakan sarana cuci tangan pakai sabun di seluruh rumah tangga, lembaga, lokasi pariwisata dan tempat umum lainnya," ujar Terawan.


Selain itu, Terawan juga meminta semua mitra pemerintah untuk menyediakan fasilitas cuci tangan dengan sabun di tempat kerja masing-masing. Kemenkes juga disebut akan berkolaborasi dengan sektor swasta dan organisasi masyarakat sipil dalam meningkatkan akses ke fasilitas cuci tangan dengan sabun.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Widyastuti, mengungkapkan bahwa mencuci tangan dapat menurunkan risiko penularan COVID-19 hingga 35 persen. Klaim tersebut didasarkan pada sejumlah jurnal ilmiah.

"Kami di DKI sangat support sekali karena kita tahu beberapa penelitian, tulisan ilmiah, WHO dengan cuci tangan yang sederhana bisa turunkan risiko penularan penyakit menular, baik virus atau kuman," terang Widyastuti. "Terkait COVID-19, beberapa jurnal ilmiah menyebut bisa turunkan risiko penularan COVID-19 sebesar kurang lebih 35 persen."

Oleh sebab itu, Widyastuti menegaskan bahwa Jakarta tidak main-main dalam menggalakkan gerakan cuci tangan di masa pandemi corona. Peraturan Gubernur (Pergub) DKI mulai dari masa PSBB hingga PSBB Transisi selalu mencantumkan kewajiban 3M, yakni memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts