Dibuka Lowongan Kerja Urus Jenazah COVID-19, Segini Gaji Yang Ditawarkan
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Pemerintah Kota Depok membuka lowongan pekerjaan baru bagi calon relawan pemulasaran jenazah pasien virus corona (COVID-19), tawarkan gaji segini bagi yang berminat.

WowKeren - Pemerintah Kota Depok membuka lowongan pekerjaan baru sebagai relawan pemulasaraan jenazah pasien COVID-19. Rekrutmen ini dibuka setelah mereka kekurangan petugas pelaksana pemulasaran jenazah pasien virus corona.

Lowongan ini disampaikan oleh Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Depok. Saat ini, mereka hanya memiliki 11 orang petugas pemakaman jenazah COVID-19.

Kepala Bidang Penanggulangan Bencana Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Depok, Denny Romulo Hutauruk menjelaskan pihaknya tadinya memiliki 35 relawan. Lantaran sekarang hanya 11 relawan, maka dinas akan merekrut 33 relawan lagi.

”Saya akui memang kami kekurangan, sebelumnya terdapat 35 orang, namun kini hanya tersisa 11 orang,” kata Denny di Depok seperti dilansir dari Suara, Sabtu (17/10). “Tetapi kami memaksimalkan personel yang ada.”

Lebih lanjut Denny menjelaskan persyaratan bagi warga yang berminat menjadi relawan pemulasaran jenazah COVID-19. Calon relawan harus dalam keadaan yang sehat jasmani maupun rohani.


Tak sampai disitu, maksimal usia calon relawan adalah 40 tahun. Nantinya bagi yang berminat dengan pekerjaan ini, bisa langsung mendaftar ke Kantor Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Bidang Penanggulangan Bencana di Jalan Boulevard Grand Depok City, Kota Depok.

Para relawan nantinya akan dibayar Rp1,5 juta setiap selesai melakukan pemulasaran satu jenazah COVID-19. Uang tersebut akan diberikan oleh dinas kepada setiap tim pemulasaran jenazah yang beranggotakan empat sampai lima orang.

”Syaratnya menjadi relawan maksimal berusia 40 tahun serta sehat jasmani dan rohani,” jelas Denny. “Jadi, anggaran untuk relawan itu kami siapkan berdasarkan per kejadian. Untuk satu jenazah, kami berikan stimulan Rp 1,5 juta.”

Menurut Denny, banyaknya relawan yang tidak sanggup bekerja sebagai petugas pemulasaran jenazah COVID-19 lantaran harus selalu siap sedia selama 24 jam. Selain itu, pekerjaan ini diakui Denny sangat berisiko terkait keselamatan diri. Pasalnya, mereka harus memandikan jenazah pasien virus corona.

“Kerjanya ini harus standby 24 jam ya, juga harus mandiin jenazah,” ungkap Denny. “Jadi (alasannya) ada yang kurang sehat, ada yang karena pekerjaannya responsif 24 jam.”

(wk/lian)

You can share this post!

Related Posts