Angka Kesembuhan Lampaui 70 Persen, Menkes Terawan Banggakan Penanganan COVID-19 RI
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menyatakan bahwa kesuksesan penanganan COVID-19 ini merupakan hasil peranan semua masyarakat dan tenaga medis.

WowKeren - Jumlah kumulatif kasus virus corona (COVID-19) telah mencapai 368.842 kasus per Selasa (20/10) kemarin. Dari jumlah tersebut, 293.653 pasien dinyatakan sembuh dan 12.734 orang dilaporkan meninggal dunia.

Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto lantas membanggakan penanganan COVID-19 di Tanah Air. Pasalnya, angka kesembuhan pasien COVID-19 kini sudah berada di atas 70 persen dan angka kematiannya juga terus menurun.

"Saya kira kita sudah menunjukkan hal sangat positif dengan terutama angka kesembuhan 70 persen lebih," ujar Menkes Terawan dalam diskusi HUT Golkar pada Selasa (20/10). "Menurut saya sangat luar biasa, dengan angka kematian terus turun bayangin dulu sampai 9,5 persen lebih sekarang sudah 3,45 persen dan terlihat tiap hari mengalami penurunan."

Menurut Menkes Terawan, kesuksesan penanganan COVID-19 ini merupakan hasil peranan semua masyarakat dan tenaga medis. "Artinya kerja keras luar biasa dari semua komponen masyarakat terutama para dokter perawat di garda depan," jelas Menkes Terawan.


Lebih lanjut, mantan Kepala Rumah Sakit Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto Jakarta tersebut juga menyatakan bahwa persentase kesembuhan pasien COVID-19 di Indonesia kini telah melampaui rata-rata dunia. Ia pun meyakinkan bahwa angka kesembuhan COVID-19 Indonesia akan terus naik.

"Itu menunjukan harapan optimisme yang luar biasa di tengah situasi ekonomi sudah mulai berjalan," pungkas Menkes Terawan. "Di sisi lain, angka kesembuhan mulai naik terus dan itu melebihi angka rata-rata dunia yang 74 persen. Artinya sudah masuk ke hal lebih baik itu yang harus kita lihat."

Sementara itu, Ahli Epidemiologi FKM Universitas Indonesia, Iwan Ariawan, sempat menyoroti optimisme pemerintah soal tingginya angka kesembuhan COVID-19 di Tanah Air. Menurut Iwan, rekor pasien sembuh tak berarti menandakan tren positif pengendalian COVID-19 di Indonesia.

Iwan menjelaskan yang harusnya menjadi patokan dalam mengukur seberapa berhasil pengendalian wabah adalah angka reproduksi efektif (Rt). Indeks ini juga disebut sebagai laju penularan atau tingkat replikasi virus. Selain itu, patokan efektivitas pengendalian wabah adalah jumlah kasus baru COVID-19.

Di sisi lain, Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19, Doni Monardo, sempat mengakui bahwa angka kematian dokter akibat virus corona di Tanah Air tergolong tinggi. Oleh sebab itu, Doni terus mengingatkan masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan demi mencegah penularan.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts