85 Juta Pekerjaan Ini Terancam Lenyap Karena Pandemi COVID-19
AP/Peter Dejong
Dunia
Pandemi Virus Corona

Forum Ekonomi Dunia (WEF) melaporkan pandemi COVID-19 mempercepat peralihan tenaga manusia dengan mesin sebagai dampak kemajuan teknologi yang mengancam nasib para pekerja.

WowKeren - Adanya pandemi virus corona (COVID-19) saat ini membuat aktivitas manusia terbatas. Tak hanya itu, pekerjaan yang biasanya dilakukan oleh manusia pun digantikan oleh mesin agar tidak ada transmisi penularan virus yang telah menelan 1 juta jiwa di dunia tersebut.

Laporan Forum Ekonomi Dunia (WEF) mengungkapkan pandemi corona telah mempercepat otomatisasi atau peralihan tenaga manusia dengan mesin sebagai dampak kemajuan teknologi. Otomatisasi ini menurut WEF dapat menggantikan 85 juta pekerjaan dalam lima tahun ke depan.

"Otomatisasi bersama dengan COVID-19 telah menciptakan 'gangguan ganda' bagi pekerja," tulis laporan WEF dilansir CNN Business, Rabu (21/10). "Apabila pekerja yang berisiko digantikan oleh robot, seperti kasir bank, tidak segera dilatih untuk profesi baru, maka mereka akan kehilangan pekerjaan."

Lebih dari dua perlima perusahaan kelas kakap yang disurvei WEF mengaku akan memangkas jumlah tenaga kerja mereka karena integrasi teknologi. "Untuk pertama kalinya dalam beberapa tahun terakhir, penciptaan lapangan kerja mulai tertinggal dibandingkan 'ancaman kehilangan pekerjaan' dan faktor ini (alih teknologi) akan sangat mempengaruhi pekerja yang kurang beruntung," imbuh WEF.


Padahal pandemi COVID-19 yang belum berakhir ini mengakibatkan angka pengangguran melonjak tajam di seluruh dunia. Di Amerika Serikat dan Eropa, jumlah pengangguran terus naik dan memaksa pemerintah masing-masing untuk memberikan stimulus. "Saat angka pengangguran meningkat, stimulus semakin mendesak sebagai upaya perlindungan sosial bagi pekerja yang terlantar dan berisiko," terang laporan WEF.

Bank Dunia sebelumnya telah memperingatkan bahwa pandemi virus corona dapat meningkatkan ketimpangan pendapatan dan membuat 115 juta orang di dunia jatuh dalam kemiskinan ekstrem. Sejumlah pengusaha pun mengakui bahwa pandemi COVID-19 telah mempercepat adopsi teknologi.

Salah satu contohnya adalah layanan e-commerce yang melaju pesat, sedangkan perdagangan konvensional (offline) semakin ditinggalkan. Lalu, pekerjaan yang tidak dapat dilakukan dari rumah, baik karena teknis pekerjaan mereka memerlukan interaksi tatap muka atau karena akses internet yang terbatas, juga akan sangat dirugikan.

WEF kembali menegaskan bahwa pembagian kerja antara manusia dan mesin dapat menggantikan sekitar 85 juta pekerjaan pada 2025 mendatang. Kabar baiknya, akan muncul 97 juta peran baru. Laporan WEF juga menyarankan agar pekerja dengan pekerjaan yang rentan diganti oleh robot untuk segera mengikuti pelatihan atau keterampilan baru.

(wk/nidy)

You can share this post!

Related Posts