Elite PDIP Bongkar Ada Menteri Yang Asyik Duduk Manis Di Tengah Pandemi Corona
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Relawan Jokowi mendesak agar dilakukan reshuffle kabinet. Elite PDIP menyatakan setuju dan membongkar adanya menteri yang asyik duduk manis di tengah pandemi.

WowKeren - Sejumlah relawan Presiden Joko Widodo telah mendesak agar dilakukan reshuffle kabinet Indonesia Maju. Mereka menilai kinerja sejumlah menteri, khususnya di tengah pandemi virus corona cukup mengecewakan. Hal ini lantas mendapatkan tanggapan dari PDIP.

Elite PDIP Andreas Hugo Pareira mengaku setuju jika Presiden Jokowi melakukan evaluasi terhadap kinerja para menterinya. Apalagi, Jokowi juga terlihat berkali-kali menegur dan bahkan sempat marah-marah terhadap para menteri dalam pidatonya.

Andreas menilai hal tersebut dapat menjadi bukti nyata buruknya kinerja sejumlah menteri dalam kabinet Indonesia Maju. Menurutnya, kemarahan Jokowi itu bisa menjadi tanda gerahnya sang presiden yang selama ini selalu menjadi sasaran kritikan dari masyarakat.

”Memang menjadi kurang tepat juga kalau Presiden harus berulang kali marah-marah kepada menteri kabinetnya dan dipublikasikan,” kata Andreas Hugo seperti dilansir dari Detik, Jumat (23/10). “Atau, yang terakhir Presiden malah mengritik para pembantunya di depan umum, karena komunikasi publik yang buruk soal UU Ciptaker.”


”Sikap presiden seperti ini bisa jadi karena gerah dengan 'sasaran tembak' publik akhir-akhir ini selalu langsung ke Presiden,” sambungnya. “Presidenlah yang akhirnya harus menjawab, Presiden juga yang harus menjelaskan, Presiden pula lah yang melakukan pendekatan ke berbagai pihak.”

Sebagai informasi, Jokowi memang dalam beberapa kesempatan telah menegur para menterinya karena dinilai tidak maksimal dalam menangani pandemi virus corona. Mantan Wali Kota Solo tersebut juga mengingatkan para menterinya untuk memperbaiki komunikasi ke publik setelah gelombang protes besar-besaran penolakan UU Ciptaker.

Andreas yang juga merupakan Anggota Komisi XI DPR lantas membeberkan ada menteri yang hanya duduk manis saja selama menangani pandemi COVID-19. Menurutnya, hal tersebut disebabkan karena menteri tersebut tidak memahami apa yang harus dikerjakannya dan tidak mencapai standar Jokowi.

”Sementara yang seharusnya 'pasang badan' menghadapi publik ada yang duduk manis,” beber Andreas. “Ada yang sibuk dengan agendanya sendiri, ada juga yang mungkin kagok kurang paham masalah, jadi akhirnya tidak banyak berbuat, sekadar bussiness as usual.”

”Sementara Presiden punya standar para menterinya untuk paham situasi extraordinary dan bekerja extraordinary di bidang tugasnya masing-masing,” lanjutnya. “Nampaknya situasi seperti ini yang mungkin sedang terjadi.”

(wk/lian)

You can share this post!

Related Posts