Dukung Kualitas Udara Bersih, Pertamina Sosialisasi Bahan Bakar Jenis Ini
Nasional

Saat ini Pertamina memiliki bahan bakar minyak jenis gasoline seperti Pertamax yang memiliki kelebihan pada formula PERTATEC yang mampu membersihkan endapan kotoran pada mesin

WowKeren - PT Pertamina (Persero) terus melakukan inovasi untuk menciptakan energi-energi yang lebih baik dalam rangka meningkatkan kualitas udara menjadi lebih bersih. Selain mengembangkan energi terbarukan, Pertamina juga meningkatkan standarisasi dan spesifikasi dari bahan bakar minyak (BBM).

Hal ini dilakukan untuk menyesuaikan dengan kebutuhan kendaraan saat ini. Sales Area Manager Semarang Hary Prasetyo mengatakan jika saat ini Pertamina memiliki bahan bakar minyak jenis gasoline seperti Pertamax yang memiliki kelebihan. Kelebihan itu terletak pada formula PERTATEC (Pertamina Technology), yakni formula zat aditif yang memiliki kemampuan untuk membersihkan endapan kotoran pada mesin.

Dengan adanya zat ini maka mesin bisa menjadi lebih awet karena tidak akan mudah berkarat. Selain itu, zat ini juga memungkinkan pemakaian bahan bakar yang lebih efisien. Hal itu disampaikan olehnya saat menjadi pembicara di kegiatan temu media yang diselenggarakan oleh Pertamina Marketing Operation Region (MOR) IV wilayah Jawa Tengah dan DIY pada Senin (26/10).


"Pertamina juga telah memiliki bahan bakar dengan standar Euro 4 yaitu Pertamax Turbo," ujarnya seperti dilansir CNBC Indonesia. "Selain membuat awet mesin, dengan terpenuhinya standar tersebut artinya bahan bakar Pertamina juga ramah lingkungan."

Ia tidak menyarankan konsumen untuk mengisi kendaraan di bawah angka kompresi kebutuhan atau spesifikasi kendaraan. "Misalkan jika kendaraan dengan kompresi 10:1 yang membutuhkan BBM dengan RON minimal 92 yaitu Pertamax, sebaiknya konsumen tidak mencampur dengan produk yang memiliki RON di bawah itu," jelasnya.

Jika hal ini dilakukan maka bisa membuat kendaraan awet. "Selain menjaga mesin tetap awet pembakaran juga menjadi lebih sempurna sehingga tidak menimbulkan polusi yang dapat mengotori lingkungan," tuturnya.

Penggiat otomotif Wawan Tembong yang juga hadir di kesempatan yang sama, menyampaikan bahwa penggunaan bahan bakar yang kurang tepat justru akan membuat konsumen mengeluarkan biaya yang lebih tinggi. Hal itu disebabkan karena risiko terjadinya kerusakan mesin akibat bahan bakar tersebut di kemudian hari.

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait