Anggarkan Rp 340 Miliar, RI Mau Cari Kehidupan Makhluk Luar Angkasa
Rawpixel/NASA
Nasional

Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional (LAPAN) akan melakukan pengamatan yang lebih sistematis terkait eksoplanet dan tanda-tanda keberadaan makhluk luar angkasa

WowKeren - Di tengah maraknya negara-negara maju yang berlomba meneliti eksoplanet, Indonesia rupanya tak ingin kalah. Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional (LAPAN) berencana untuk mencari kehidupan makhluk di luar bumi.

Untuk mendukung tujuan ini, LAPAN akan memakai fasilitas Observatorium Nasional di Nusa Tenggara Timur. Peneliti Pusat Sains Antariksa LAPAN Rhorom Priyatikanto mengatakan jika untuk program ini, pemerintah telah menganggarkan dana sebesar Rp 340 miliar yang diambil dari APBN.

"Kalau untuk teleskop 50 cm, kira-kira sekitar Rp 1 miliar," kata Rhorom dilansir Detik, Selasa (27/10). "Kurang lebih sekitar Rp 340 M yang bersumber dari APBN."

Observatorium yang ada di NTT tersebut baru saja dibangun. Fasilitas teleskop itu dimanfaatkan untuk melakukan pengamatan terhadap benda-benda antariksa seperti asteroid dan komet.


"LAPAN telah membangun fasilitas Observatorium Nasional Timau di NTT, bersama dengan ITB, UNDANA, dan Pemda setempat," jelasnya lagi. "Mulai tahun ini, kami telah mengoperasikan teleskop 50 cm di Kupang, salah satunya untuk pengamatan komet dan asteroid."

Untuk program pengamatan transient project sendiri rencananya akan dilakukan tahun ini. Adapun contoh objek transient yang dimaksud misalnya eksoplanet dan supernova. LAPAN akan berusaha untuk melakukan pengamatan yang lebih sistematis terkait eksoplanet dan tanda-tanda keberadaan makhluk luar angkasa.

"Eksoplanet dan supernova adalah contoh objek transient," tuturnya lagi," jelasnya. "Dengan kata lain, kami akan mulai mencari dan mempelajari eksoplanet dengan lebih sistematis. Salah satu arahnya memang menjawab apakah ada kehidupan di luar sana."

Menurutnya, misteri kehidupan lain di luar bumi selalu mampu menggelitik rasa penasaran pada diri manusia. "Iya (kehidupan di luar bumi), itulah salah satu pertanyaan mendasar umat manusia yang ingin tahu," ujarnya.

Terkait Obnas di NTT itu, ke depannya jika infrastruktur akses menuju lokasi sudah dibangun, tidak menutup kemungkinan akan dibuka untuk umum. Obnas ini diharapkan bisa menjadi destinasi wisata langit gelap.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts