RI Laporkan 2.696 Kasus Corona Baru dan Terendah Sejak Agustus, Terkuak Ada Alasan 'Mengerikan'
Nasional

Sejak September, Indonesia konsisten melaporkan hingga 4 ribu lebih kasus positif COVID-19 setiap hari. Namun pada Jumat (30/10) dan Minggu (1/11) kemarin kasusnya kembali ke 'kepala 2'.

WowKeren - Indonesia mencatatkan jumlah kasus positif harian COVID-19 yang cukup mengejutkan pada Minggu (1/11) kemarin. Sebab "hanya" 2.696 pasien positif yang dikonfirmasi di awal November 2020 itu, jauh berbeda dengan situasi harian biasanya yang mencapai 4 ribu lebih kasus.

Dilansir dari data resmi yang diunggah di akun media sosial Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), total kasus positif COVID-19 di Indonesia mencapai 412.784. Sedangkan tambahan 2.696 orang ini merupakan titik terendah yang dilaporkan sejak Agustus 2020 kemarin.

RI Laporkan 2.696 Kasus Corona Baru dan Terendah Sejak Agustus, Terkuak Ada Alasan \'Mengerikan\'

covid19.go.id

Dilansir pula dari Kumparan, jumlah kasus mingguan pun ikut mengalami penurunan. Pada pekan ke-35 kemarin tercatat sebanyak 23.072 kasus baru, sedangkan minggu sebelumnya mencapai 27.845. Bahkan sekitar 5 pekan sebelumnya pernah mencapai level 28 ribu kasus baru setiap pekan.


Secara angka, tentu ini adalah pencapaian luar biasa dan menunjukkan perkembangan positif dalam pengendalian wabah COVID-19. Namun ternyata ada alasan "mengerikan" di balik situasi tersebut yang patut diwaspadai masyarakat.

Penurunan kasus positif COVID-19 ini rupanya berbanding lurus dengan anjloknya jumlah tes swab PCR atau TCM yang digelar pemerintah. Masih dikutip dari Kumparan, 3 pekan sebelumnya Indonesia bisa melakukan sampai 200 ribu tes swab dalam sepekan, sedangkan kali ini hanya di level 169.183 tes.

Dengan demikian tes hariannya kurang lebih sebanyak 24.169, padahal targetnya mencapai 30 ribu tes setiap hari. Dan naik-turunnya jumlah gelaran tes swab ini berdampak pada nilai positivity rate COVID-19 di Indonesia. Standar WHO untuk positivity rate adalah 5 persen, namun Indonesia saat ini masih di kisaran 13,64 persen.

Kembali pada data COVID-19 Minggu (1/11) kemarin, DKI Jakarta masih menjadi penyumbang terbesar dengan 608 kasus. Provinsi itu juga menjadi yang terbanyak melaporkan kasus meninggal maupun sembuh COVID-19, masing-masing senilai 19 dan 1.475 pasien.

Jumlah kasus sembuh yang dilaporkan kemarin sebanyak 4.141 orang. Sedangkan yang mengembuskan napas terakhir karena infeksi virus SARS-CoV-2 mencapai 74 orang.

(wk/elva)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait