Jangan Kaget, Ini 'Ramalan' Jusuf Kalla Soal Kapan Pandemi Corona Di Indonesia Berakhir
Nasional

Mantan Wakil Presiden Republik Indonesia (Wapres RI) Jusuf Kalla ikut menerawang dan memberikan prediksinya terkait kapan pandemi virus corona (COVID-19) di Indonesia diperkirakan akan berakhir.

WowKeren - Indonesia terus berjuang melawan pandemi virus corona yang setiap hari masih mencatatkan kenaikan kasus secara signifikan. Mantan Wakil Presiden Republik Indonesia (Wapres RI) Jusuf Kalla lantas mengungkapkan prediksinya terkait kapan pandemi COVID-19 di Tanah Air akan berakhir.

Pria yang akrab disapa dengan nama JK ini meramal Indonesia baru akan benar-benar pulih dari pandemi virus corona pada 2022 mendatang. Prediksi itu disampaikan JK saat melakukan kunjungan ke pengurus dan relawan COVID-19 Palang Merah Indonesia (PMI) di Bali pada Senin (2/11).

Alasan JK meyakini pandemi virus corona baru akan berakhir pada 2022 karena masalah vaksinasi. Seperti yang diketahui, vaksin COVID-19 diperkirakan akan siap pada pertengahan 2021 mendatang.

"Kalau ditanya kapan kira-kira pandemi COVID-19 ini selesai, maka saya perkiraan di Indonesia baru bisa selesai pada tahun 2022," ujar JK seperti dilansir dari CNBCIndonesia, Senin (2/11). "Karena yang bisa menyelesaikan ini hanya vaksin, dan tes klinis vaksin itu baru bisa keluar antara Januari-Februari 2021 dan mulai produksi Maret."


JK menjelaskan jika Indonesia memang telah menargetkan vaksinasi akan dilakukan pada awal tahun 2021. Namun, vaksinasi tersebut harus dilakukan ke 70 persen populasi di Tanah Air sehingga akan membutuhkan waktu lama atau setidaknya satu tahun.

Situasi tersebut masih bisa mendapatkan kendala dari negara-negara produsen vaksin virus corona. Pasalnya, negara produsen vaksin seperti Tiongkok, Inggris, dan Amerika Serikat (AS) pastinya akan mengutamakan kebutuhan dalam negeri masing-masing, sebelum mengirimkan ke negara lain.

Hal tersebut dinilai JK akan berdampak pada jangka waktu proses vaksinasi di Indonesia ke depannya. JK juga mengingatkan target vaksinasi sejuta populasi per hari bukan perkara yang mudah. Ia membandingkan dengan target tes COVID-19 di Indonesia yang hingga saat ini masih belum memenuhi standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Sebelumnya, Pemerintah Indonesia memang terus menggenjot proses produksi vaksin virus corona agar dapat segera didistruibusikan. Namun, Presiden Joko Widodo juga telah mengingatkan agar proses vaksinasi tidak dilakukan secara tergesa-gesa dan sembrono karena dapat memiliki dampak buruk.

"Hati-hati, jangan sampai kita tergesa-gesa ingin vaksinasi sehingga kaidah-kaidah ilmiah, data, dan standar kesehatan dinomor-duakan, tidak bisa," kata Jokowi dalam rapat terbatas, Senin (26/10) lalu. "Jangan timbul persepsi pemerintah tergesa-gesa, terburu-buru, tanpa mengikuti kaidah ilmiah yang ada."

(wk/lian)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait