Kapolres Bukittinggi AKBP Dody Prawiranegara pun menegaskan bahwa proses hukum tidak akan berhenti meski insiden pengeroyokan tersebut melibatkan sejumlah nama-nama besar.
- Bertilia Puteri
- Senin, 02 November 2020 - 14:08 WIB
WowKeren - Insiden pengeroyokan yang dilakukan oleh anggota rombongan motor gede (moge) terhadap dua orang anggota TNI AD pada Jumat (30/10) lalu viral di media sosial. Diketahui, para pelaku yang melakukan tindak kekerasan tersebut adalah empat orang anggota Harley Owners Group Siliwangi Bandung Chapter (HOG SBC).
Pihak kepolisian pun membenarkan bahwa rombongan moge klub tersebut dipimpin oleh mantan Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) Letnan Jenderal (Purn) Djamari Chaniago. Kelompok moge tersebut terlibat dalam insiden pengeroyokan di wilayah Bukittinggi, Sumatera Barat, dalam touring menuju Sabang, Aceh.
"Iya benar, rombongan itu ketuanya Letjen (Purn) Djamari Chaniago," tutur Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Stefanus Satake, dilansir CNN Indonesia pada Senin (2/11). Diketahui, rombongan moge tersebut sempat melakukan mediasi dengan pihak korban.
Meski mediasi telah dilakukan, proses hukum terhadap para pelaku pengeroyokan tersebut tetap akan berjalan. Kapolres Bukittinggi AKBP Dody Prawiranegara pun menegaskan bahwa proses hukum tidak akan berhenti meski insiden pengeroyokan tersebut melibatkan sejumlah nama- nama besar.
"Proses hukum tetap lanjut," tegas Dody. "Tanyakan mereka (pihak yang bermediasi), saya hanya jalankan proses hukum sesuai fakta hukum."
Sebagai informasi, penasihat Kapolri Jenderal Idham Azis, Muradi, juga terdaftar dalam kegiatan touring moge tersebut. Namun, Muradi masih belum sempat bergabung dengan rombongan touring tersebut.
"Saya memang ikut terdaftar dalam rencana touring tersebut, sambil monitoring Pilkada di kabupaten/kota yang dilewati," jelas Muradi. "Tapi baru bergabung tanggal 1 November 2020."
Menurut Muradi, insiden pengeroyokan tersebut membuat kegiatan touring itu dihentikan sementara. Oleh sebab itu, Muradi belum sempat mengikuti kegiatan touring moge tersebut.
Adapun kejadian ini bermula kala kedua anggota TNI AD tersebut berboncengan melintas menggunakan sepeda motor di Jalan Dr Hamka. Sesaat kemudian, ada beberapa anggota moge tersebut yang tertinggal dari rombongannya dan berusaha mendahului korban dengan kecepatan tinggi.
Korban yang sempat terkejut hingga menepi keluar jalan lantas melakukan pengejaran dan memberhentikan salah satu anggota klub moge tersebut di Simpang Tarok. Saat itu terjadi cekcok antara pelaku dan korban hingga akhirnya terjadi dugaan penganiayaan.
(wk/Bert)