Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) memberikan sorotan tajam terkait seruan untuk membela Nabi Muhammad dalam aksi 211 dan 411 yang dilontarkan iman besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab.
- Ruth Meliana
- Senin, 02 November 2020 - 15:02 WIB
WowKeren - Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab telah menyerukan kepada umat dan pendukungnya untuk turun ke jalan membela Nabi Muhammad SAW. Ia mendesak umat Islam untuk melakukan aksi 211 dan 411 sebagai bentuk protes atas pernyataan Presiden Prancis Emmanuel Macron yang dinilai telah menghina Islam.
Namun, seruan Rizieq tersebut justru mendapatkan kritikan tajam dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Ketua DPP PKB Marwan Dasopang justru menilai seruan yang dilontarkan Rizieq untuk melakukan aksi bela nabi berbahaya. Ia mengingatkan Rizieq untuk tidak semakin memperkeruh situasi di Tanah Air melalui pernyataannya.
"Jadi ya sudah lah abaikan saja seruannya itu. Berbahaya seruannya Rizieq itu berbahaya. Karena dia membuat persepsi, ada umat Islam yang senang-senang saja nabi dilecehkan," kata Marwan seperti dilansir dari Detik, Senin (2/11). "Habib Rizieq itu jangan muter-muter lah memutar-mutarkan situasi.
"Enggak ada orang umat Islam yang pura-pura setuju diam tenang kalau nabi dihinakan. Semua marah. Semua orang tidak suka. Apalagi Nabi Muhammad dilecehkan. Marah kita semua," sambungnya. "Seolah-seolah ada yang tidak marah, itu kan pernyataan Habib Rizieq itu ada yang pura-pura, kaum zindik. Siapa kaum zindik itu?"
Lebih lanjut Marwan menilai seruan Rizieq tersebut tidak baik. Pasalnya, setiap umat Islam baik di dunia maupun di Indonesia tentunya tidak senang jika mendengar Nabi Muhammad SAW dilecehkan. Namun, ia menegaskan tidak semua kemarahan harus dilampiaskan dengan aksi demo.
"Nah ini coba kita baca kalimat putar-putarnya, seolah-olah kita ini setuju dengan pelecehan sehingga mengajak umat Islam, dibenturkan kepada umat Islam yang ditujukan itu seolah-seolah setuju penghinaan," tegas Marwan. "Kan jahat nih Habib Rizieq ini. Ulama kok melaga-laga."
"Apakah kemarahan harus seperti demo yang diinginkan Rizieq? Tidak perlu. Marah kan tidak harus seperti demonya Rizieq. Kenapa tidak perlu? Selain merusak, tata krama dalam hubungan negara itu ada aturannya," lanjutnya. "Kalau pemerintah ke pemerintah, pemerintah lah yang membuat nota keberatan dalam sikap kepala negara."
Marwan mengaku heran dengan sosok Rizieq yang justru tidak berupaya untuk membangun persatuan bagi umat Islam di Indonesia. Menurutnya, Rizieq terkesan membuat pertentangan di Tanah Air, sehingga seruannya untuk melakukan aksi 211 dan 411 tidak menunjukkan kebaikan.
(wk/lian)