Kepala Dinas Kesehatan Pemprov Jabar Berli Hamdani mengungkapkan bahwa 408 wisatawan yang reaktif corona tersebut tersebar di sejumlah objek wisata di kawasan Bogor, Cianjur, hingga Sukabumi.
- Bertilia Puteri
- Senin, 02 November 2020 - 16:15 WIB
WowKeren - Libur panjang Maulid Nabi pekan lalu membuat Pemprov Jawa Barat menggelar rapid test dan tes swab acak di 15 kabupaten/kota. Gubernur Jabar Ridwan Kamil lantas mengungkapkan bahwa dari 114 ribu pengetesan, terdapat 408 wisatawan yang hasilnya reaktif COVID-19.
"Ada 15 kabupaten dan kota, kita lakukan rapid test dan swab total sekitar hampir 14 ribu yang di-rapid test," ungkap Gubernur yang akrab disapa Emil tersebut pada Senin (2/11). "Dan yang reaktif ada 408."
Menurut Emil, para wisatawan yang hasil rapid test-nya reaktif diwajibkan untuk menjalani tes swab. Namun, hasil tes swab para wisatawan tersebut masih belum keluar.
Hasil tes swab tersebut diharapkan tidak terlalu banyak yang positif. Adapun pada libur panjang pekan lalu, akumulasi orang-orang di Jabar terpusat di wilayah Bandung dan Bogor Raya.
"Wisatawan yang selama libur panjang ini reaktif, langsung di-swab, nah swab-nya karena mengantre dengan swab yang normal maka belum ada hasilnya," jelas Emil. "Tapi jika situasi dan asumsi terburuk maka kita asumsikan mungkin sebanyak itu yang positif COVID-19, tapi sementara dari pengalaman tidak 100 persen yang positif ada juga yang negatif."
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Pemprov Jabar Berli Hamdani mengungkapkan bahwa 408 wisatawan yang reaktif corona tersebut tersebar di sejumlah objek wisata di kawasan Bogor, Cianjur, hingga Sukabumi. Ia memastikan bahwa orang-orang yang dinyatakan reaktif corona tersebut langsung di-tracing atau dilacak.
Menurut Berli, sebagian besar berasal dari DKI Jakarta. "Kebanyakan dari luar Jabar, Jakarta sudah pasti ya karena memang paling banyak terutama di daerah Puncak kemarin kan," ujar Berli.
Di sisi lain, libur panjang pekan lalu memang membuat sejumlah pemerintah daerah mengantisipasi penyebaran COVID-19. Sebagai langkah antisipasi, sejumlah tempat wisata seperti Sari Ater di Subang dan Candi Borobudur di Magelang menggelar rapid test kepada para pengunjung secara acak.
(wk/Bert)