Alih-alih panik, Deputi Bidang Klimatologi BMKG Herizal meminta masyarakat sebaiknya turut berpartisipasi dalam upaya untuk menekan risiko bencana yang mungkin terjadi
- Zodiak Yanuarita
- Selasa, 03 November 2020 - 11:53 WIB
WowKeren - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat untuk tetap tenang menyikapi berita-berita yang beredar terkait badai tropis. Badai tropis tidak sama seperti La Nina.
Kendati demikian, masyarakat tetap diminta untuk waspada dan mengantisipasi terhadap kemungkinan dampak La Nina. Beberapa potensi bencana yang bisa dipicu oleh La Nina misalnya seperti ancaman banjir, banjir bandang, dan longsor akibat curah hujan ekstrim.
Alih-alih panik, Deputi Bidang Klimatologi BMKG Herizal meminta masyarakat sebaiknya turut berpartisipasi dalam upaya untuk menekan risiko bencana yang mungkin terjadi. Misalnya dengan ikut bekerja bakti membersihkan saluran air, memangkas ranting pohon yang bisa membahayakan saat musim hujan, hingga memperhatikan kondisi papan reklame.
"Masyarakat bisa berpartisipasi dengan memperbaiki saluran air, meningkatkan kapasitas tampungan air dan memanen hujan, serta memangkas ranting pohon yang berlebih ataupun rapuh," kata dia, Selasa (3/11). "Berhati-hati dan memperhatikan tingkat kekuatan papan reklame dan jembatan penyeberangan, dan lebih perhatian terhadap perkembangan cuaca yang dinamis dan cepat."
Saat ini, Siklon Tropis Goni telah berkembang menjadi siklon tropis kuat kategori 5. Siklon ini perlu diwaspadai karena bisa memicu terjadinya gelombang tinggi, hujan lebat, hingga angin kencang di seluruh Indonesia.
Ia kemudian menjelaskan perbedaan antara Badai Tropis dengan La Nina. Siklon Tropis Goni terbentuk di Samudera Pasifik Barat. Badai ini diprediksi menuju Laut Cina Selatan setelah melewati Filipina.
Badai ini merupakan Siklon Tropis ke-3 yang berdampak signifikan bagi sejumlah negara-negara Asia Tenggara di sekitar Laut Cina Selatan. Siklon lainnya yang juga berdampak signifikan adalah Siklon Tropis Saudel dan Molave.
"Perlu dipahami masyarakat bahwa La Nina bukanlah jenis badai tropis," katanya menjelaskan. "Bukan berupa pusat tekanan rendah dan pusaran angin yang menyebabkan curah hujan dan kecepatan angin ekstrim."
(wk/zodi)