Eks Menkes Siti Fadilah Ingin Bantu Pemerintah Hadapi Pandemi, Begini Respons Satgas COVID-19
Nasional

Pandemi yang menyerang negara-negara di dunia memang merupakan masalah dalam bidang kesehatan. Namun dampaknya telah ikut dirasakan di banyak sektor kehidupan

WowKeren - Mantan Menteri Kesehatan (Menkes) Siti Fadilah Supari akhirnya bebas setelah menjalani hukuman selama empat tahun masa tahanan. Ia mengungkapkan keinginannya untuk ikut membantu pemerintah dalam menanggulangi pandemi COVID-19.

Niat baik ini pun rupanya disambut positif oleh Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito. Ia mengatakan jika pemerintah sangat terbuka bagi siapapun yang hendak membantu penanganan pandemi.

"Satgas sangat terbuka terhadap siapa pun yang ingin berkontribusi membantu upaya penanganan pandemi COVID-19 di Indonesia," kata Wiku dilansir Okezone, Selasa (3/11).

Pemerintah sangat mengapresiasi jika ada pihak yang mau bergotong royong dalam menangani pandemi bersama Satgas COVID-19. "Kami mendukung dan sangat mengapresiasi pihak-pihak yang ingin berkolaborasi membantu upaya penanganan COVID-19," lanjutnya.


Pandemi yang menyerang negara-negara di dunia memang merupakan masalah dalam bidang kesehatan. Namun dampaknya telah ikut dirasakan di banyak sektor baik itu sektor ekonomi, pendidikan, hingga transportasi. "Oleh karena itu, dibutuhkan pendekatan multidisiplin," jelasnya.

Terkait itikad baik Siti, hal itu sebelumnya disampaikan oleh penasihat hukumnya, Kholidin Achmad. Kholidin mengatakan jika Siti siap memberikan kontribusi dari pengetahuannya untuk bisa membantu mencegah maupun menangani permasalahan dampak virus COVID-19. "Ibu akan menyumbangkan pengetahuannya untuk membantu pemerintah dalam menanggulangi masalah pandemi (COVID-19)," katanya dilansir Suara.

Beberapa waktu lalu saat masih berada di dalam tahanan, Siti sempat melayangkan surat kepada Presiden Joko Widodo. Kepada Jokowi, ia menyampaikan rasa prihatin terhadap situasi di Indonesia akibat pandemi corona saat ini.

Dalam suratnya itu, ia juga menyampaikan sejumlah usulan terkait langkah apa yang bisa diterapkan yang diharapkan bisa menjadi solusi. Salah satunya yakni melakukan screening massal. Ia menyebut jika screening massal tidak memungkinkan dilakukan di seluruh wilayah Indonesia, maka bisa dilakukan di zona merah saja.

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait