Trump Akan Beri Pidato Kemenangan Meski Joe Biden Masih Unggul Sementara di Pilpres AS
Getty Images
Dunia

Trump juga mengaku belum menyiapkan pidato kekalahan jika gagal memenangkan pilpres AS melawan pasangan capres-cawapres dari Partai Demokrat, Joe Biden dan Kamala Harris.

WowKeren - Capres petahana dari Partadi Republik, Donald Trump, akan menyampaikan pernyataan kemenangannya setelah pemungutan suara nasional Amerika Serikat Selasa (3/11) malam. Trump mengaku sangat percaya diri tentang kemenangannya di pilpres kali ini.

"Saya akan memberikan pernyataan malam ini. Kemenangan besar!!" cuit Trump.

Sebelumnya, Trump juga mengaku belum menyiapkan pidato kekalahan jika gagal memenangkan Pemilihan Presiden 2020 melawan pasangan capres-cawapres dari Partai Demokrat, Joe Biden dan Kamala Harris. Bukan tanpa alasan, rupanya Trump mengaku optimis menang lagi, sehingga ia sama sekali belum menyiapkan pidato kekalahan.

"(Saya) Belum memikirkan pidato konsesi atau penerimaan (kekalahan)," kata pria 74 tahun itu. "Semoga kami hanya akan melakukan satu (pidato) di antara dua itu. Dan kalian tahu, menang itu mudah. Kalah itu tidak pernah mudah. Tidak untuk saya."

Dengan optimis, Trump mengatakan perhelatan Pilpres berlangsung baik bagi pihaknya. Terutama di negara bagian Arizona, Florida dan Texas di mana ia merasa usaha pihaknya berkampanye sudah gencar.


"Saya pikir kami akan menghadapi malam yang baik," tuturnya. "Dan yang lebih penting lagi, kami akan menghadapi empat tahun yang baik," imbuhnya lagi.

Tak mau ketinggalan, Joe Biden juga mengatakan tengah berada di jalur kemenangan. "Saya meyakini kita berada di jalur kemenangan dalam pemilihan ini," ujar Biden.

Sejauh ini, suara elektoral Biden masih lebih tinggi dibandingkan Trump. Joe Biden meraup 225 suara elektoral, sementara Trump mengantongi 213 suara elektoral.

Berdasarkan hasil sementara, Trump menang di Texas, Florida, Iowa, Montana, Ohio, Utah, dan Idaho. Sementara Biden unggul di California, Hawaii, dan Minnesota. Negara bagian tersebut rata-rata telah melakukan 96 persen penghitungan suara. Sementara suara masuk baru 60 persen ada di negara bagian Pennsylvania dan Georgia.

Pemenang pemilu ditentukan melalui sistem yang disebut electoral college. Masing-masing dari 50 negara bagian, ditambah Washington DC, diberi jumlah suara elektoral dengan total 538 suara. Negara bagian yang lebih padat mendapatkan lebih banyak suara dari perguruan tinggi elektoral daripada yang lebih kecil.

Seorang kandidat harus memenangkan 270 suara elektoral (50 persen plus satu) untuk memenangkan pemilihan. Di setiap negara bagian kecuali dua, Maine dan Nebraska, kandidat yang mendapatkan suara terbanyak memenangkan semua suara dari electoral college pemilihan negara bagian.

(wk/luth)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait