Malioboro Uji Coba Bebas Kendaraan Bermotor, Pedagang 'Menjerit' Karena Rugi
Nasional

Malioboro mulai melakukan uji coba bebas kendaraan bermotor mulai Selasa (3/11) lalu. Namun baru satu hari diterapkan, para pedagang di kawasan tersebut langsung 'menjerit' merasa rugi.

WowKeren - Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (Pemda DIY) sedang berusaha mewujudkan kawasan wisata Malioboro sebagai pedestrian yang bebas dari kendaraan bermotor. Rencana ini diawali dengan melakukan uji coba bebas kendaraan bermotor selama satu hari di Malioboro mulai Selasa (3/11) lalu.

Namun, uji coba coba bebas kendaraan bermotor rupanya mendapatkan protes dari pedagang kaki lima (PKL) di Malioboro. Para pedagang merasa kebijakan tersebut mempengaruhi hasil pendapatan harian mereka.

Salah satu PKL Malioboro, Rini menceritakan ia hanya mendapatkan satu kali transaksi sebesar Rp100 ribu saat uji coba dilakukan. Padahal, biasanya ia bisa mendapatkan Rp1 juta dalam sehari dan bahkan lebih saat akhir pekan.

"Sebelum diberlakukan pedestrian (bebas kendaraan bermotor) di Malioboro bisa dapat Rp 1 juta," kata Rini seperti dilansir dari Kompas, Rabu (4/11). "Kalau akhir pekan bisa lebih."

Situasi ini tentunya membuat Rini gusar. Pasalnya, uji coba tersebut telah mengurangi hasil pendapatannya secara drastis. Ia juga harus memikirkan penghasilan untuk menggaji ketiga karyawannya.

Rini juga tak bisa membayangkan bagaimana nasib usaha dan karyawannya lantaran uji coba ini dilakukan selama dua minggu. Turunnya hasil pendapatan ini membuat Rini terpaksa mengurangi belanja kebutuhan warungnya.


Setiap hari, Rini biasanya belanja sekitar 10 kilogram beras untuk berjualan. Namun menurunnya omzet selama masa uji coba membuatnya hanya belanja 3 kilogram beras. Ia mengaku takut masak dengan jumlah banyak karena bisa tidak laku.

"Kalau dua minggu (uji coba) itu dengan penghasilan segitu bagaimana karyawan saya," keluh Rini. "Saya enggak berani memasak banyak-banyak, takut enggak laku."

Sebelumnya, Rini mendapatkan banyak pesanan makanan dari ojek online. Namun, uji coba tersebut telah membuat tidak ada yang mau memesan melalui aplikasi. "Tidak ada yang mau ambil order-an ke sini karena jalurnya," ungkap Rini.

Hal serupa juga diutarakan oleh Ketua Paguyuban Pedagang Kaki Lima Malioboro hingga Ahmad Yani (Pelmani) Slamet. Ia membenarkan jika seluruh pendapatan PKL hingga toko di kawasan Malioboro menurun drastis akibat kebijakan bebas kendaraan bermotor.

Tak tanggung-tanggung, penurunan pendapatan bahkan mencapai 70 persen. Selain persoalan pedagang, masalah parkir juga menjadi perhatian. Pasalnya, parkir yang disediakan di Malioboro hanya ada di Jalan Abu Bakar Ali. Situasi ini semakin membuat warga setempat maupun wisawatan sulit untuk datang ke Malioboro.

"Turunnya sampai 70 persen," beber Slamet. "Kalau yang terdampak hampir semuanya sekitar 3.000-an, karena kan memang ada banyak paguyuban di Malioboro. Anggota saya sekitar 450 yang terdampak."

(wk/lian)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait