Donald Trump Disebut Masih Punya Peluang Menang di Pilpres AS Meski Biden Terus Unggul
Getty Images
Dunia

Joe Biden masih unggul dengan 264 suara elektoral, sementara Donald Trump hanya 214 suara. Namun, keunggulan Biden tak berarti membuat Trump kehilangan harapan menang Pilpres AS.

WowKeren - Perhitungan sementara suara elektoral pemilihan presiden AS menempatkan capres dari Partai Demokrat, Joe Biden, lebih unggul dibandingkan pesaingnya dari Partai Republik, Donald Trump. Akan tetapi, keunggulan Joe Biden tersebut bukan berarti membuat Donald Trump kehilangan harapan menang Pilpres AS.

Hingga Kamis (5/11) waktu setempat, kandidat Presiden dari Partai Demokrat Joe Biden masih unggul dengan 264 suara elektoral, sementara Donald Trump hanya 214 suara. Biden memang memenangkan negara bagian menentukan yakni Wisconsin dan Michigan.

Associated Press melaporkan Biden menang di Arizona sehingga ia mendapat 11 suara elektoral. Hal ini berarti, untuk menang Biden hanya perlu memenangkan satu negara bagian lain kecuali Alaska demi mendapatkan enam suara elektoral.

Biden juga unggul di Nevada, tertinggal di Pennsylvania, Georgia dan North Carolina. Biden memang meraih 16 suara elektoral usai memenangkan Michigan. Tetapi hal tersebut tidak berarti Trump sudah tidak memiliki harapan.

Pengusaha real-estate itu dapat mengejarnya bila ia memenangkan North Carolina, Georgia, Pennsylvania, dan Nevada. Seperti yang sudah disebutkan, Trump unggul di tiga negara bagian itu kecuali Nevada.

Bila Biden meraih kemenangan di Nevada maka mantan wakil presiden itu mendapatkan 270 suara elektoral sesuai dengan suara minimal untuk memenangkan pemilu. Sementara bila Trump memenangkan North Carolina, Georgia, dan Pennsylvania ia hanya memiliki 265 suara.


Selain itu, The Boston Globe juga melaporkan meskipun Biden memenangkan pemilu, tetapi tim kampanye Trump sudah meminta suara di Wisconsin dihitung ulang. Mereka juga mengajukan gugatan di Michigan, Pennsylvania, Nevada, dan Georgia. Sehingga hasil pasti pemilu AS masih belum dapat diketahui dalam waktu dekat.

Perlu dicatat, pemilu AS tidak menghitung suara pemilih atau popular vote. Pemenang pemilu di AS ditentukan suara elektoral atau electoral college, yakni sistem demokrasi yang sudah berusia 300 tahun.

Pemenang pemilu adalah kandidat yang mendapatkan suara elektoral terbanyak atau di atas 270 dari 538 suara elektoral. Suara elektoral ditentukan oleh jumlah perwakilan di Kongres berdasarkan populasi negara bagian.

Seperti jumlah suara elektoral Texas berbeda dengan jumlah suara elektoral Vermont. Texas memiliki 36 anggota House of Representative di Kongres sementara Vermont hanya satu. Jumlah Representative disesuaikan dengan jumlah populasi.

Di electoral college, negara bagian mendapatkan suara sesuai dengan jumlah Representative mereka di Kongres ditambah dua Senator karena setiap negara bagian diwakili dua Senator. Jadi, Texas memiliki 38 suara elektoral sementara Vermont 3.

Pada tahun 2016 lalu, Trump berhasil mengalahkan Hillary Clinton karena ia memenangkan suara elektoral. Kali ini Trump dapat melanjutkan periode kedua bila memenangkan empat negara bagian yang masih melakukan penghitungan suara.

(wk/luth)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait