Menurut Kepala BPS Suhariyanto, tingkat pengangguran terbuka (TPT) melonjak menjadi 7,07 persen pada Agustus 2020. Angka tersebut naik jika dibanding periode yang sama tahun lalu, yakni 5,23 persen.
- Bertilia Puteri
- Kamis, 05 November 2020 - 16:51 WIB
WowKeren - Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan angka pengangguran di Indonesia telah mencapai 9,77 juta orang pada Agustus 2020. Angka tersebut naik 2,67 juta jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.
Menurut Kepala BPS Suhariyanto, tingkat pengangguran terbuka (TPT) melonjak menjadi 7,07 persen pada Agustus 2020. Angka tersebut naik jika dibanding periode yang sama tahun lalu, yakni 5,23 persen.
"Tingkat pengangguran naik menjadi 9,77 juta orang. Paling besar terjadi di perkotaan," ungkap Suhariyanto pada Kamis (5/11). "Tingkat pengangguran terbuka sebesar 8,98 persen dan desa 4,71 persen."
Suharyanto menjelaskan bahwa kenaikan pengangguran ini disebabkan oleh pandemi virus corona (COVID-19) yang melanda Indonesia. Realisasi ini dapat diartikan bahwa dampak COVID- 19 lebih berpengaruh di perkotaan dibanding pedesaan. "Dampak pandemi COVID-19 jauh lebih tajam di kota," jelas Suhariyanto.
Adapun TPT tertinggi tercatat berada di DKI Jakarta, yakni mencapai 10,95 persen. Sedangkan TPT terendah berada di Sulawesi Barat, yakni sekitar 3,32 persen.
Lebih lanjut, Suhariyanto juga memaparkan bahwa jumlah angkatan kerja bertambah 2,36 juta orang menjadi total 138,22 juta orang. Sedangkan jumlah orang yang bekerja pada Agustus 2020 turun sebesar 0,31 juta orang menjadi 128,45 juta orang.
Antara lain, orang yang bekerja penuh turun 9,46 juta orang menjadi 82,02 juta orang, sedangkan pekerja paruh waktu naik 4,32 juta orang menjadi 33,34 juta orang. Kemudian orang setengah menganggur naik 4,83 juta orang menjadi 13,09 juta orang.
Kemudian, jumlah bukan angkatan kerja bertambah sebanyak 0,42 juta orang menjadi 65,75 juta orang. Dengan demikian, jumlah penduduk usia kerja naik 2,78 juta orang menjadi 203,97 juta orang.
"Untuk pekerja formal turun 4,59 persen dan pekerja informal naik pada Agustus 2020," pungkas Suhariyanto. "Peningkatan terbanyak dengan status pekerja keluarga atau tidak dibayar."
Sementara itu, jumlah penduduk usia kerja yang terdampak pandemi COVID-19 pada Agustus 2020 secara keseluruhan mencapai 29,12 juta orang. Rinciannya adalah pengangguran karena COVID-19 sebanyak 2,56 juta orang, bukan angkatan kerja karena COVID-19 sebanyak 0,76 juta orang, tidak bekerja karena COVID-19 sebanyak 1,77 juta orang, dan bekerja dengan pengurangan jam kerja karena COVID-19 sebanyak 24,03 juta orang.
(wk/Bert)