Heboh Uang Palsu Rp 10 Miliar Akan Diselipkan ke ATM, Ini Penjelasan BI
Nasional

Kelompok pengedar uang palsu berusaha mengelabui ATM demi mendistribusikan Rp 10 miliar uang kertas yang mereka buat. Begini penjelasan Bank Indonesia soal rencana tersebut.

WowKeren - Sebuah rencana mengerikan dibuat oleh sekelompok pembuat uang palsu di Surabaya, Jawa Timur. Sebab sedianya para kriminal itu berencana mengedarkan uang palsu senilai lebih dari Rp 10 miliar di beberapa daerah di Jawa Timur.

Salah satu caranya adalah dengan memasukkan uang itu lewat mesin anjungan tunai mandiri (ATM). Lantas bagaimana bisa uang palsu ini masuk ke dalam mesin ATM yang notabene dimiliki lembaga keuangan ketat seperti bank?

Diungkap Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Jawa Timur, Imam Subarkah, uang yang ada di mesin ATM memang secara rutin dicek. Namun bisa saja pengedar uang palsu menyelipkan uang palsunya di dalam mesin ATM ketika melakukan setor tunai dan berhasil.

"Uang palsu juga mungkin ada di selipan-selipan itu. Tapi kami akan melakukan tindakan kepada pengelola uang rupiah kalau ditemukan ada uang palsu. Ada tindakan atau sanksi," tutur Imam, Kamis (5/11). "Mesin pengelola uang itu bisa mendeteksi. Bahkan kalau mesin pengelola yang digunakan bisa memilah tingkat kelusuhan uang, bisa mendeteksi uang palsu."


Oleh karenanya menjadi keharusan bagi setiap masyarakat untuk mengenali perbedaan uang asli dan palsu. Uang kertas yang asli, ujar Imam, permukaannya biasanya kasar secara merata di semua bagian.

"Kalau uang asli itu, kan, kasar karena teknik cetak. Tapi kalau ini (uang palsu) bukan karena teknik cetak, tapi karena jenis kertasnya yang dipakai," ungkap Imam, menerangkan perbedaannya, dilansir dari Viva, Jumat (6/11).

Benang pengaman juga bisa dipakai untuk mendeteksi perbedaan. Pada uang kertas asli pecahan Rp 100 ribu misalnya, benang pengaman ditanam dengan model dijahit. Sedangkan uang palsu biasanya benang pengamannya ditanam dengan teknik cetak.

"Warnanya (uang palsu) sepintas mirip tapi lebih buram dibanding uang asli," imbuh Imam. Kemudian yang menjadi pembeda lagi adalah dari segi warna yang muncul ketika uang digerakkan.

"Rectoverso uang ini kalau diterawang ada tulisan Bank Indonesia. (Uang palsu) ini belum bisa ke sana," pungkas Imam. "Jadi, ada beberapa yang memang jauh kemiripannya. Sepintas mirip, tapi kalau didetailkan masih belum seperti uang asli."

(wk/elva)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait