Dengan sentimen-sentimen positif tersebut, Menteri Keuangan Sri Mulyani optimis ekonomi Indonesia akan tumbuh sesuai proyeksi. Yakni sebesar lima persen pada tahun depan.
- Bertilia Puteri
- Rabu, 11 November 2020 - 10:01 WIB
WowKeren - Menteri Keuangan Sri Mulyani rupanya optimis bahwa perekonomian akan mulai pulih. Sri Mulyani pun mengungkapkan tiga pertanda atau sentimen positif yang berasal dari dalam negeri maupun internasional.
Yang pertama adalah pengembangan vaksin virus corona (COVID-19) oleh Pfizer yang terbukti lebih dari 90 persen efektif. Kemudian yang kedua adalah terpilihnya Joe Biden sebagai Presiden Amerika Serikat (AS) yang baru. Dan yang ketiga adalah tren membaiknya pertumbuhan ekonomi Indonesia.
"Kabar tentang vaksin Pfizer memberikan sentimen positif di seluruh dunia," ungkap Sri Mulyani dalam diskusi online pada Selasa (10/11). "Demikian juga kemenangan Joe Biden dari Partai Demokrat turut memberikan sentimen positif."
Menurut Sri Mulayni, sentimen positif di Indoensia telah terlihat dengan terjadinya pemulihan pada kuartal III tahun 2020 meski masih dalam zona negatif. Diketahui pertumbuhan ekonomi dari minus 5,32 persen pada kuartal II meningkat menjadi minus 3,49 persen di kuartal III.
Sri Mulyani menjelaskan bahwa pemulihan pada kuartal III terjadi mulai dari konsumsi, investasi, hingga ekspor. Hanya impor yang kini masih dalam situasi cukup tertekan.
Tak hanya itu, mayoritas sektor produksi juga menunjukkan pemulihan, yaitu 12 dari 17 sektor dan tiga sektor memiliki pertumbuhan positif. Sedangkan sektor yang terdampak COVID-19 kini sudah mulai menunjukkan pemulihan meski masih di zona negatif seperti dari industri pengolahan, perdagangan, transportasi dan akomodasi.
Dengan sentimen-sentimen positif tersebut, Sri Mulyani optimis ekonomi Indonesia akan tumbuh sesuai proyeksi tahun ini. Yakni antara minus 0,6 persen hingga minus 1,7 persen sedangkan tahun depan sebesar 5 persen.
"Kita berharap dengan pemulihan ekonomi global dan optimisme penemuan vaksin maka ayunan pembalikan arah ini akan semakin terakselerasi," pungkas mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia tersebut. "Tahun depan kita berharap pemulihan akan berjalan di kuartal II dan III dan akan menyumbang pertumbuhan ekonomi minimal 5 persen."
(wk/Bert)