Sebelumnya, Perkumpulan Pengusaha Malioboro Ahmad Yani (PPMAY) mendatangi Kantor Gubernur DIY untuk mengkaji kembali uji coba bebas kendaraan di kawasan Malioboro.
- Bertilia Puteri
- Rabu, 11 November 2020 - 14:50 WIB
WowKeren - Uji coba bebas kendaraan bermotor di kawasan Malioboro, DIY, rupanya menimbulkan kegelisahan para pedagang karena pendapatan mereka menurun. Sebagai informasi, uji coba tersebut mulai diterapkan di Malioboro pada Selasa (3/11) pekan lalu.
Menanggapi keluhan para pedagang, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X pun meminta maaf. Sultan mengaku akan melakukan evaluasi terkait hal ini.
"Ha wong jenenge (kan namanya) itu baru uji coba. Ya uji coba itu ya uji coba, bukan fakta (permanen)," ujar Sultan di Kota Yogyakarta pada Rabu (11/11). "Ya saya mohon maaf kalau ada yang merasa dirugikan. Tapi harapan saya kalau tidak begitu ya kita tidak bisa uji coba."
Sultan menjelaskan apabila uji coba ini tidak dilakukan, maka pihaknya tidak akan tahu apa saja yang perlu diperbaiki. "Kalau memang tidak pas ya kita ubah, bukan berarti apa yang kita lakukan mesti seperti itu. Kan namanya uji coba," jelas Sultan.
Lebih lanjut, Sultan mempersilakan masyarakat yang merasa keberatan dengan uji coba bebas kendaraan di Malioboro untuk mengemukakan pendapat mereka. Hal tersebut diperlukan untuk menentukan kebijakan yang terbaik bagi masyarakat.
"Yang penting kalau ada yang keberatan, sampaikan," tegas Sultan. "Sehingga kita nanti juga kebijakannya pilihan terbaik."
Sebelumnya, Perkumpulan Pengusaha Malioboro Ahmad Yani (PPMAY) mendatangi Kantor Gubernur DIY untuk mengkaji kembali uji coba bebas kendaraan di Malioboro. Para pemilik toko mengaku mengalami penurunan omzet hingga 80 persen.
Menurut Ketua PPMAY Sadana Mulyo, upayanya mendatangi Pemkot Yogyakarta untuk menghentikan uji coba tersebut sebelumnya tak membuahkan hasil. Sudana juga mengungkapkan bahwa pihaknya tidak diajak audiensi sebelum penerapan uji coba tersebut.
"Menurun 80 persen. Karena itu tolonglah pembuat kebijakan berilah kami napas dulu," ujar Sadana pada Selasa (10/11) kemarin. "Kira-kira kalau nantinya sudah bebas dari COVID-19, kemudian kalau ekonomi mulai membaik baru dilakukan sembari mempersiapkan infrastrukturnya seperti lapangan parkir dan lain- lain."
(wk/Bert)