Menko PMK Muhadjir Effendy mengungkap hanya 60 juta orang Indonesia yang berhak mendapat vaksin COVID-19 secara gratis. Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.
- Elvariza Opita
- Kamis, 12 November 2020 - 16:04 WIB
WowKeren - Pemerintah menyebut vaksinasi COVID-19 akan dilakukan sekitar pekan ketiga bulan Desember 2020. Roadmap dan rencana detail dari program pengentasan wabah COVID-19 ini pun terus dimatangkan oleh otoritas berwenang, termasuk soal apakah vaksin akan diberikan gratis atau tidak.
Sebelumnya terungkap wacana ada vaksin yang diberikan gratis dan tidak, tergantung pada kelompok masyarakat yang mendapatkannya. Dan kekinian Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy menyatakan bahwa hanya 60 juta orang yang mendapatkan jatah vaksin gratis.
"Rapat kemarin menetapkan bahwa yang betul-betul jadi target yang diberi vaksin secara gratis sekitar 60 juta orang," ujar Muhadjir, Kamis (12/11). "Kemudian ada vaksin mandiri, itu mereka membiayai sendiri terutama dari perusahaan-perusahaan."
Tentu jumlah 60 juta orang ini sangat kecil bila dibandingkan dengan nyaris 300 juta penduduk Indonesia. Namun demikian Muhadjir mengungkap alasan mengapa hanya sejumlah itu yang berhak mengakses vaksin COVID-19 secara gratis.
Yang pertama karena jumlah itu tak disediakan ke seluruh wilayah Indonesia sebab tidak semua terjangkit virus Corona. Bahkan dalam catatan pemerintah, ada beberapa daerah yang masih tergolong aman dari penularan.
"Tidak semua wilayah dinyatakan merah. Artinya tidak semua wilayah dinyatakan terpapar," kata Muhadjir, seperti dilansir dari Kumparan. "Karena itu nanti akan.... kita masih sedang dipelajari oleh Kemenkes berapa kelayakan Indonesia dan wilayah mana saja yang jadi perhatian."
Target Kementerian Kesehatan sendiri adalah sebanyak 160-170 juta orang yang disuntik vaksin COVID-19 sepanjang rentang Januari hingga Maret 2020. Target ini sudah sesuai dengan standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Sebelumnya Kantor Staf Kepresidenan (KSP) mengungkap hanya 75 persen warga yang akan menerima vaksin. "Dengan begitu, 25 persen populasi yang karena alasan tertentu tidak mendapatkan imunisasi, akan mendapatkan manfaat perlindungan juga. Karena virus yang beredar di masyarakat sudah sangat sedikit," terang Tenaga Ahli Utama II Bidang Pembangunan Manusia KSP, Brian Sri Prahastuti, Jumat (6/11).
(wk/elva)