Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko meminta agar generasi milenial turut menjadikan kebaya sebagai tren agar memperkuat identitas budaya nasional. Ia juga mengusulkan agar ada Hari Kebaya Nasional.
- Nidya Putri
- Jumat, 13 November 2020 - 11:18 WIB
WowKeren - Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengusulkan agar ada peringatan Hari Kebaya Nasional. Menurutnya, kebaya dinilai bisa memperkuat identitas budaya nasional.
"Saya kira usulan Hari Kebaya Nasional perlu disiapkan, mulai dari historinya hingga latar belakangnya," kata Moeldoko dalam keterangan tertulisnya dilansir dari Detikcom, Jumat (13/11). "Silakan disusun untuk nanti suratnya disampaikan ke Presiden Joko Widodo."
Pernyataan ini sebelumnya disampaikannya saat menerima audiensi Perkumpulan Perempuan Berkebaya Indonesia di Kantor Bina Graha, Jakarta, Kamis (12/11). Moeldoko mengaku siap mendukung penuh Hari Kebaya Nasional dan memikirkan bersama-sama penetapan tanggalnya.
Oleh karena itu, ia meminta agar para generasi milenial mau mengenakan kebaya agar menjadi tren. Ia juga berharap adanya standar kebaya yang mencirikan identitas Indonesia dan cocok dengan generasi milenial.
Menurut Moeldoko, generasi milenial saat ini memang perlu ditantang untuk melakukan sesuatu yang aktualisasi agar bangga memakai kebaya. Sebab, ia mengatakan generasi menjadi menjadi kunci dalam kampanye berkebaya sehingga menjadi sebuah tren nantinya. "Karena jenis kebaya Indonesia cukup banyak. Tapi intinya, kami siap mendukung penuh," imbuhnya.
Moeldokok juga berharap agar kebaya bisa mendapat pengakuan dari Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO). Karenanya diperlukan penetapan jenis kebaya yang komprehensif.
Sementara itu, ketua sekaligus pendiri organisasi Perempuan Berkebaya Indonesia (PBI), Rahmi Hidayati menyadari perlu usaha untuk memperkenalkan kembali kebaya kepada generasi milenial. Terlebih, menurutnya, selama ini kebaya selalu indektik dengan ibu-ibu. Rahmi berharap, kebaya jadi ciri khas perempuan Indonesia.
"Seperti Sari dari India, Kimono dari Jepang," tuturnya. "Jadi kalau orang lihat perempuan pakai kebaya, langsung menyebut dari Indonesia."
Rencanya Kongres Berkebaya Nasional (KBN) sendiri bakal digelar pada 21 – 22 Desember 2020 mendatang. Kongres yang akan dihadiri lebih dari 1000 peserta dari berbagai organisasi politik, sosial dan budaya.
(wk/nidy)