Terjadinya suhu panas di Indonesia disebabkan karena faktor iklim. Hal ini berkaitan dengan periode transisi pergerakan semu matahari dari Equator ke Belahan Bumi Selatan.
- Zodiak Yanuarita
- Jumat, 13 November 2020 - 15:47 WIB
WowKeren - Musim penghujan di Indonesia sudah dimulai sejak Oktober lalu. Kendati demikian, tidak serta merta hal ini membuat cuaca terasa dingin.
Justru, beberapa hari belakangan masyarakat merasakan jika suhu udara sangat panas, terutama warga yang tinggal di Yogyakarta. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika pun angkat bicara mengenai hal ini.
Kasubid Analisis Informasi Iklim BMKG Adi Ripaldi mengungkapkan jika selama beberapa hari belakangan memang tidak terjadi hujan di wilayah Yogyakarta. Kendati demikian, hal ini bukan disebabkan karena aktivitas Gunung Merapi.
Suhu udara yang panas disebabkan karena pada saat cuaca cerah, tidak ada awan yang menghalangi sinar matahari. Akibatnya, sinar matahari masuk ke bumi dengan sempurna hingga menyebabkan cuaca terasa terik.
Terjadinya suhu panas di Indonesia disebabkan karena faktor iklim. Bulan Oktober dan November adalah periode transisi pergerakan semu matahari dari Equator ke Belahan Bumi Selatan. Yang mana, puncaknya terjadi pada 21 Desember di posisi 23,5 Lintang Selatan.
"Pada periode tersebut juga merupakan periode di mana pergerakan semu matahari bergerak dari equator ke selatan," kata Adi dilansir Kompas, Jumat (13/11). "Mulai 21 September (tepat di equator) bergerak ke Lintang Selatan Hingga 23,5 Lintang Selatan pada 21 Desember (puncaknya)."
Matahari kemudian akan bergerak lagi ke arah ekuator dan menuju lintang utara. Akibat adanya pergerakan inilah membuat wilayah Indonesia akan mendapat radiasi matahari yang lebih intens. "Sehingga kita itu akan merasakan suhu udara lebih panas dari biasanya," terangnya.
Kendati suhu udara terasa panas meskipun musim hujan, namun Adi menjelaskan jika suhu akan berangsur menurun saat sore hari. Saat sore hari akan terjadi mendung dan akhirnya turun hujan. Bahkan para ahli menilai jika musim panas di Indonesia justru terjadi saat musim hujan.
Namun yang jelas, hal ini tidak akan memicu gelombang panas di Indonesia. "Kalangan meteorologist sering menyebutkan bahwa summer-nya di Indonesia adalah ketika musim hujan," katanya.
(wk/zodi)