Satgas COVID-19 Peringatkan Kerumunan Habib Rizieq: Jangan Egois, Bisa Jadi Malapetaka!
Twitter/DPPFPI_ID
Nasional

Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 memberikan peringatan keras bagi kerumunan acara Habib Rizieq Shihab untuk tidak egois selama pandemi virus corona.

WowKeren - Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 memberikan peringatan keras terhadap kerumunan yang selalu mengiringi kegiatan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab. Pasalnya, kerumunan tersebut dapat memicu semakin luasnya penyebaran virus corona.

Juru Bicara Satgas COVID-19 Wiku Adisasmito meminta agar massa yang kerap berkerumun mengikuti acara Habib Rizieq untuk tidak egois karena dapat berujung dengan malapetaka. Oleh sebab itu, mereka diminta untuk menerapkan protokol kesehatan dengan serius, seperti memakai masker, menjaga jarak, dan rajin mencuci tangan.

Wiku mengingatkan tujuan pembentukan Satgas COVID-19 hingga ke tingkat daerah bertujuan untuk melakukan penanganan dan pengawasan penegakan disiplin protokol kesehatan. Ia menyayangkan terjadinya kerumunan massa saat kepulangan Habib Rizieq. Karena itu, ia mengingatkan seluruh pihak agar kejadian itu jangan sampai terulang kembali.

”Hal ini (kerumunan) berimplikasi terhadap potensi penularan dan peningkatan kasus yang sangat besar,” kata Wiku seperti dilansir dari CNNIndonesia, Jumat (13/11). “Jangan egois, kita harus ingat bahwa jika kita berkerumun maka kita dapat membawa malapetaka di masa pandemi ini. Kita harus bisa menjalankan peran masing-masing untuk memastikan bahwa kejadian seperti ini (kerumunan Rizieq Shihab) tidak terulang lagi.”


”Antisipasi terhadap potensi lonjakan kenaikan kasus terus dilakukan,” sambungnya. “Oleh karena itu, kami meminta kepada masyarakat yang mengalami gejala COVID-19 untuk memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan untuk memastikan status kesehatannya, kelalaian terhadap protokol kesehatan dapat membahayakan nyawa manusia.”

Sementara itu, Satpol PP DKI Jakarta akan menyikapi kegiatan-kegiatan Habib Rizieq yang berpotensi menimbulkan kerumunan massa hingga mengabaikan protokol kesehatan. Nantinya, mereka akan menindak dengan melakukan edukasi alih-alih sanksi.

“Kita mengedepankan edukasi kepada semua untuk terus menjalankan apa yang namanya 3M (memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan),” kata Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI Arifin seperti dilansir dari CNNIndonesia, Jumat (13/11). “Jadi edukasi itu berlaku untuk semua.”

Walau begitu, Satpol PP tetap akan tegas membubarkan kerumunan yang nekat melanggar aturan PSBB Transisi. Jika terpaksa, Satpol PP juga akan memberikan sanksi kepada penyelenggara atau penanggung jawab tempat ibadah yang tidak mematuhi protokol kesehatan di dalam Pasal 10 Pergub 101 Tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian COVID-19.

(wk/lian)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait