Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Bhima Yudhistira Adhinegara menanggapi kabar yang menyebutkan bahwa pemerintah akan menghapus BBM Premium di tahun 2021.
- Nidya Putri
- Senin, 16 November 2020 - 14:45 WIB
WowKeren - Beredar kabar yang menyebutkan jika PT Pertamina (Persero) dikabarkan tidak akan lagi menjual bahan bakar minyak (BBM) jenis Premium atau bensin dengan nilai oktan (RON) 88 di daerah Jawa, Madura, dan Bali per 1 Januari 2021. Kabar tersebut tentunya menjadi sorotan publik.
Tak terkecuali Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Bhima Yudhistira Adhinegara. Menurutnya, langkah pemerintah untuk menghapus BBM tersebut hanyalah formalitas.
Pasalnya, kebijakan ini telah menjadi tujuan lama yang pelan-pelan sudah direalisasikan. “Memang itu diniatkan sudah lama dan sistematis. Faktanya Premium sudah sulit ditemukan di SPBU terutama Jawa, Madura, dan Bali,” kata Bhima, Senin (16/11).
Bhima menilai tanpa wacana penghapusan BBM Premium pada 2021, pemerintah bersama PT Pertamina (Persero) telah mengurangi distribusi bahan bakar bersubsidi ini dalam beberapa tahun terakhir. Dia menganggap kebijakan tersebut memaksa masyarakat memilih BBM jenis Pertalite dan Pertamax. “Dengan dalih masyarakat sudah mampu menggunakan BBM non-Premium,” ujarnya.
Menurut Bhima, semestinya pemerintah dan Pertamina menunda wacana penghapusan BBM Premium secara total di tengah krisis. Kebijakan tersebut dikhawatirkan membuat masyarakat kelas menengah rentan miskin semakin terjepit.
Apalagi, penghapusan BBM Premium tak juga dibarengi dengan penurunan harga BBM non-subsidi ditengah anjloknya harga minyak dunia. Kondisi ini akan berimbas pada makin melemahnya daya beli masyarakat kelompok terbawah.
Sebelumnya, Direktur Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RM Karliansyah sebelumnya mengatakan pemerintah berkomitmen untuk mengendalikan pencemaran udara dari penggunaan BBM kendaraan bermotor. Hal itu dibarengi dengan rencana Pertamina mengurangi penyaluran BBM jenis Premium.
"Syukur alhamdulillah Senin lalu saya bertemu Direktur Operasi Pertamina," ujar Direktur Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, MR. Karliansyah dalam diskusi bertajuk 'BBM ramah lingkungan' di akun YouTube YLKI ID, Jumat (13/11) lalu. "Beliau menyampaikan per 1 januari 2021, Premium di Jamali (Jawa, Madura, dan Bali) khususnya akan dihilangkan. Kemudian menyusul kota-kota lainnya di Indonesia."
Namun, Pertamina menegaskan jika pihaknya akan tetap menjual BBM jenis Premium selama ada penugasan dari pemerintah. "Selama ada penugasan dari pemerintah, maka Pertamina akan menyediakan Premium," ungkap Corporate Secretary Subholding Commercial and Trading Pertamina Putut Andriatno, dilansir CNBC Indonesia, Sabtu (14/11).
(wk/nidy)