Jika Pandemi Usai, Ini Pekerjaan yang Paling Dibutuhkan Menurut Survei Kemenaker
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Survei tersebut dilakukan pada 1.105 perusahaan. 18,7 persen dari responden menyatakan membutuhkan pekerja profesional di tiga bidang yakni penjualan, pemasaran, dan humas.

WowKeren - Kementerian Ketenagakerjaan menggelar survei untuk mengetahui pengaruh pandemi COVID-19 terhadap kesempatan kerja. Dari survei yang dilakukan, diketahui jika ada sepuluh jenis pekerjaan yang paling dibutuhkan ketika pandemi usai nantinya.

"Dari hasil survei ditemukan terdapat 10 jenis pekerjaan yang paling dibutuhkan," kata Bambang Satrio Lelono selaku Kepala Badan Perencanaan dan Pengembangan Kementerian Ketenagakerjaan seperti dilansir Antara, Selasa (24/11). "Yang pertama adalah profesional penjualan, pemasaran dan humas."

Survei tersebut dilakukan pada 1.105 perusahaan. 18,7 persen dari responden menyatakan membutuhkan pekerja profesional di tiga bidang yakni penjualan, pemasaran, dan humas. Kendati demikian tenaga IT juga akan dibutuhkan. Sebanyak 4,4 persen perusahaan membutuhkan tenaga teknik operasi TIK dan pendukungnya.


Lalu 13,5 persen perusahaan menyatakan membutuhkan pekerja penjualan lain. Sementara masing-masing 3,8 persen perusahaan yang membutuhkan pengemudi mobil, van, dan sepeda motor serta tenaga perkantoran umum.

Kendati demikian, ada keahlian lain yang juga akan dibutuhkan saat usai pandemi nanti. Sebanyak 3,2 persen perusahaan akan membutuhkan operator untuk mesin stasioner mereka. Lalu ada juga 3,1 persen perusahaan yang membutuhkan pekerja pertambangan dan konstruksi. Untuk pekerja instalasi dan reparasi peralatan listrik, 2,8 persen perusahaan menyatakan perlu.

Menurut Survei yang dilakukan pada 17 sektor usaha, yang mana 72 persennya di Pulau Jawa, keterampilan dalam bidang teknologi paling dicari setelah pandemi. Sebanyak 6,9 persen membutuhkan pekerja dengan keterampilan teknologi. Lalu 6,2 persen perusahaan butuh keterampilan fisik dan manual serta 4,1 persen perusahaan butuh keterampilan emosional dan sosial.

Ada juga perusahaan yang memerlukan pekerja dengan keterampilan kognitif lanjutan namun jumlahnya tidak begitu besar yakni hanya sekitar 1,9 persen. Namun Sebanyak 42,4 persen perusahaan responden menyatakan membutuhkan semua jenis keterampilan tersebut.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts