Buntut Pembunuhan Sadis di Sigi, Polisi Perketat Perbatasan Gorontalo-Sulteng
Nasional

Wilayah perbatasan yang menjadi perhatian khusus Polda Gorontalo ialah Kabupaten Pohuwato. Kapolda Gorontalo telah memerintahkan jajarannya untuk meningkatkan kewaspadaan.

WowKeren - Usai insiden pembunuhan sadis di Kabupaten Sigi belum lama ini, Polda Gorontalo memperketat wilayah perbatasan Gorontalo-Sulawesi Tengah (Sulteng). Polda Gorontalo juga meningkatkan kewaspadaan usai 7 orang terduga teroris ditangkap di wilayahnya.

Kabid Humas Polda Gorontalo Kombes Wahyu Tri Cahyono menyebut jika wilayah yang dimaksud memang dikenal sebagai basis teroris.

"Wilayah berbatasan dengan wilayah Sulteng yang selama ini dikenal sebagai basis teroris," kata Wahyu, Senin (30/11). "Dengan kejadian penangkapan 7 terduga teroris dan juga kejadian di Sigi, maka pengamanan perbatasan lebih dioptimalkan."

Adapun wilayah perbatasan yang menjadi perhatian khusus Polda Gorontalo ialah Kabupaten Pohuwato. Kapolda Gorontalo telah memerintahkan jajarannya untuk meningkatkan kewaspadaan, baik pengamanan Mako maupun personel. Hal ini untuk mencegah masuknya teroris ke wilayah Gorontalo.


"Dalam mencegah masuknya teroris ke wilayah Provinsi Gorontalo kita terus berkoordinasi dengan Polda Sulteng dan juga Densus 88," lanjut Wahyu. "Guna mengantisipasi pergerakan masuknya teroris ke wilayah Gorontalo."

Untuk warga setempat, ia meminta agar warga di perbatasan tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi. "Apabila ada seseorang atau kelompok yang melaksanakan kegiatan yang mencurigakan silakan untuk dilaporkan kepada kepolisian terdekat," imbuhnya.

Lebih jauh, ia meminta agar masyarakat lebih peduli dalam mengawasi anggota keluarganya saat berselancar di dunia maya termasuk dengan siapa saja mereka menjalin komunikasi. "Karena saat ini banyak paham-paham radikalisme yang disebar melalui media sosial atau internet yang dapat berpengaruh terhadap ideologi seseorang," lanjut Wahyu.

Aksi pembunuhan ini disebut-sebut dilakukan oleh kelompok teroris lokal. Aksi semacam ini dikhawatirkan akan menimbulkan ketakutan di tengah masyarakat.

Serangan tersebut diduga kuat dilakukan oleh Kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Ali Kalora. Sebab, saksi meyakini tiga orang di antara penyerang desa tersebut adalah buron yang dicari-cari oleh Satgas Tinombala.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts