Evaluasi 9 Bulan Pandemi COVID-19 di Indonesia, IDI Puji Kinerja Doni Monardo
Twitter/BNPB_Indonesia
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Rabu (2/12) hari ini tepat menandai 9 bulan Indonesia 'diramaikan' dengan wabah COVID-19. Meski belum benar-benar terkendali, IDI menilai kinerja Ketua Satgas Doni Monardo sangat baik.

WowKeren - Ikatan Dokter Indonesia (IDI) tetap memberikan apresiasi untuk Ketua Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Doni Monardo meski pandemi saat ini belum benar-benar terkendali. Hal ini disampaikan oleh Ketua Satgas COVID-19 IDI Zubairi Djoerban yang menyoroti kemajuan yang terus dilaporkan Satgas kepada IDI setiap pekan.

"Kinerja dari Pak Doni Monardo itu bagus sekali. Tiap minggu IDI diajak untuk mendengarkan laporan dari berbagai provinsi. Terinci, dari Kodam, Kepolisian, Dinas Kesehatan semuanya diminta melaporkan mingguan," puji Zubairi, Rabu (2/12). "Kan kalau lapor berarti ada aktivitas."

Hal ini, di mata Zubairi, menunjukkan ada upaya konkret dari otoritas untuk menanggulangi wabah virus Corona yang telah menginfeksi ratusan ribu orang Indonesia itu. Dan kinerja yang baik dari Satgas ini diakui Zubairi membuat IDI juga optimis pandemi bisa dituntaskan.

Tak hanya itu, Zubairi juga tak ragu melontarkan pujian kepada Presiden Joko Widodo dan jajaran yang dianggapnya telah bekerja efektif dalam mengendalikan wabah COVID-19. Meski Zubairi tak menampik masih banyak pekerjaan yang mesti dituntaskan seperti angka positivity rate yang masih konstan hampir mencapai 3 kali lipat standar dunia.

"Ini juga menunjukkan dari Pak Jokowi dan menteri-menterinya bagus. Dinilai dari layanan kesehatan seperti rumah sakit, IDI, dan lainnya juga bagus," jelas Zubairi, dilansir dari Kompas.


"Bahkan di Jakarta khusus angka kematian paling rendah, positif rate-nya juga lumayan bagus, turun sampai sekitar antara 8-9 persen," imbuh Zubairi. "Nasional kan masih 14 persen lebih."

Indonesia pun saat ini terus berusaha untuk meningkatkan jumlah dan jangkauan tes COVID-19. Hal ini sejalan dengan instruksi Presiden Jokowi untuk mengadakan tes hingga 30 ribu dalam sehari.

Meski instruksi itu baru benar-benar terlaksana beberapa pekan belakangan, setidaknya ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menangani COVID-19. Ia pun berharap agar masyarakat menjadi lebih disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan sebagai "vaksin alami" dalam pencegahan COVID-19.

Hari ini, Rabu (2/12) memang menandai tepat 9 bulan pandemi COVID-19 di Indonesia. Diketahui kasus perdana dikonfirmasi Presiden Jokowi pada 2 Maret 2020 silam, beberapa waktu setelah Indonesia seolah-olah kebal terhadap penyakit ini.

Sejatinya hingga kini belum ada tanda-tanda wabah COVID-19 berhasil dikendalikan. Bahkan Epidemiolog Griffith University Dicky Budiman menyatakan bahwa wabah COVID-19 di Indonesia belum menunjukkan dampak terburuknya.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts