Terungkap, Polisi Harus Menerobos ‘Hujan’ Umpatan Saat Ke Rumah Habib Rizieq
Nasional

Mau mengantar surat panggilan pemeriksaan, polisi harus melewati negoisasi yang alot hingga menerobos ‘hujan’ umpatan saat mendatangi rumah Habib Rizieq Shihab. Apa yang terjadi?

WowKeren - Ketidakhadiran Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab dalam pemeriksaan Polda Metro Jaya pada hari Selasa (1/12) kemarin berbuntut panjang. Hal itu membuat aparat kepolisian mendatangi rumah Habib Rizieq untuk memberikan surat panggilan kedua.

Sejumlah hambatan dialami oleh kepolisian saat mengantarkan surat panggilan di kawasan Petamburan, Jakarta Pusat itu. Bagaimana tidak, kedatangan polisi itu langsung dihadang massa FPI dan bahkan sampe terjadi kericuhan verbal di depan gang menuju rumah Rizieq.

Dilansir CNNIndonesia, polisi datang sekitar pukul 11.39 WIB. Hingga 45 menit lamanya, penyidik tak kunjung berhasil menemui keluarga Rizieq untuk menyerahkan surat panggilan. Situasi yang terjadi justru pihak kepolisian seperti diinterograsi dan harus melakukan negosiasi secara alot dengan simpatisan Rizieq.

Negosiasi itu tidak kunjung menemui titik terang sehingga polisi memutuskan untuk meninggalkan lokasi. Saat meninggalkan kawasan rumah Rizieq, polisi dan hingga awak media yang meliput 'dihujani' kalimat umpatan oleh massa FPI. Intimidasi juga didapat oleh wartawan.


Selanjutnya penyidik Polda Metro Jaya dikawal belasan personel Brimob datang lagi pada Rabu (2/12) sore hari. Sebanyak tiga penyidik akhirnya berhasil memasuki kediaman Rizieq dengan pengawalan belasan personel Brimob yang bersiaga di ujung Jalan Petamburan III, 20 meter dari kediaman imam besar FPI tersebut.

Terlepas dari situasi itu, salah satu dari tiga penyidik akhirnya mengaku sudah menyerahkan surat pemanggilan tersebut kepada pihak Rizieq. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus sendiri hanya menyatakan pihaknya tak segan melakukan tindakan tegas jika ada pihak yang berupaya menghalangi proses penyelidikan.

“Dengan tegas kami menyampaikan kepada mereka,” tegas Yusri seperti dilansir dari CNNIndonesia, Rabu (2/12). “Kita sebagai petugas kepolisian mempunyai tugas, punya dasar hukum semua, kalau memang menghalangi kita (bisa tindak tegas), akhirnya mereka menyadari.”

Lebih lanjut Yusri menjelaskan jika pihaknya memang melakukan upaya negosiasi dengan massa yang berada di kawasan Rizieq. Meski demikian, ia membantah sempat ada kericuhan saat proses pengantaran surat panggilan itu. Menurutnya, yang terjadi di lapangan hanyalah pengadangan oleh massa.

”Bukan ricuh, dia (massa) menghalangi enggak boleh masuk, tidak boleh ke sana untuk antar surat,” terang Yusri. “Personel sudah kembali dan keadaan kondusif, cuma antar surat saja.”

(wk/lian)

You can share this post!

Related Posts