Rekor Kasus COVID-19 RI Meroket Hingga Papua Catat Lonjakan Tertinggi, Satgas Beri Penjelasan
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Adapun provinsi yang memiliki perbedaan data dengan pusat di antaranya adalah Papua, yang hari ini mencatat lonjakan sebanyak 1.755 kasus harian COVID-19.

WowKeren - Pemerintah kembali mencatat rekor kasus COVID-19 harian per Kamis (3/12). Selama 24 jam terakhir terjadi penambahan sebanyak 8.369 kasus.

Tentu saja jumlah ini cukup mengejutkan mengingat rekor tertinggi beberapa waktu lalu masih berada di kisaran angka 6 ribu. Data per hari ini menunjukkan adanya lonjakan kasus di Papua yang juga cukup mencengangkan.

Terkait hal ini, Jubir Satgas COVID-19, Wiku Adisasmito, buka suara. Ia menjelaskan jika hingga kini masih ada sejumlah daerah yang memiliki data perkembangan COVID-19 yang berbeda dari pusat. Kondisi inilah yang turut menjadi penyebab adanya lonjakan penambahan kasus yang tercatat.

"Berdasarkan hasil konsolidasi yang dilakukan pemerintah daerah dengan Kementerian Kesehatan," kata Wiku dalam konferensi pers yang disiarkan melalui kanal YouTube BNPB, Kamis (3/12). "Ada beberapa provinsi yang memiliki perbedaan data dengan pusat."


Adapun provinsi yang memiliki perbedaan data dengan pusat di antaranya adalah Papua, yang hari ini mencatat lonjakan sebanyak 1.755 kasus. "Seperti contoh Jawa Tengah, Jawa Barat, dan juga Papua," imbuhnya.

Perbedaan data bisa terjadi disebabkan karena belum optimalnya sistem yang ada. Ia pun mengakui jika penambahan kasus kali ini cukup signifikan.

"Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan pada hari ini terdapat penambahan kasus yang sangat signifikan, yaitu sebesar 8.369 kasus," ujarnya menambahkan. "Angka sangat tinggi ini salah satunya disebabkan karena sistem yang belum optimal untuk mengakomodasi pencatatan, pelaporan dan validasi data dari provinsi secara real time."

Terkait jumlah lonjakan di Papua yang mencapai seribu lebih, Wiku meluruskan jika angka tersebut bukan murni hasil pengecekan hari ini. Melainkan, hasil akumulasi kasus sejak 19 November lalu. Oleh sebab itu, Wiku meminta agar pemerintah daerah yang masih memiliki perbedaan data segera melakukan konsolidasi.

"Sebagai contoh, Papua pada hari ini melaporkan sejumlah 1.755 kasus," ujarnya melanjutkan. "Yang mana merupakan akumulasi dari penambahan kasus positif sejak tanggal 19 November hingga hari ini."

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts