Kapolri menyoroti deretan polisi yang dicegat oleh massa laskar FPI ketika hendak mengantarkan surat pemanggilan ke Habib Rizieq Syihab. Ia pun mengingatkan ancaman pidana yang mengintai.
- Elvariza Opita
- Jumat, 04 Desember 2020 - 14:43 WIB
WowKeren - Kapolri Jenderal Pol Idham Azis ikut menanggapi deretan anak buahnya yang dihadang oleh laskar Front Pembela Islam (FPI). Diketahui para polisi itu dihadang oleh laskar FPI ketika hendak mengantarkan surat pemanggilan kedua untuk Habib Rizieq Syihab.
Idham pun menegaskan bahwa negara tidak boleh kalah dengan ormas, apalagi yang menggunakan cara-cara premanisme seperti itu demi menghalangi proses hukum. "Negara tidak boleh kalah dengan ormas yang melakukan aksi premanisme. Kita akan sikat semua," tegas Idham, Kamis (3/12).
"Indonesia merupakan negara hukum. Semua elemen harus bisa menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat," imbuhnya menegaskan, seperti dilansir dari Detik News, Jumat (4/12).
Tak hanya itu, Idham pun sigap mengumbar sejumlah ancaman bila instruksinya ini kembali diabaikan FPI atau ormas lain. Seperti misalnya sanksi pidana yang sudah diatur dengan jelas untuk pihak-pihak yang mencoba menghalangi proses penegakan hukum.
"Ada sanksi pidana untuk mereka yang mencoba menghalang petugas dalam melakukan proses penegakan hukum," ungkap Idham. Karena itulah, ia mendorong setiap ormas dan masyarakat secara umum untuk patuh terhadap payung hukum yang berlaku di Indonesia.
Di sisi lain, Idham memastikan Polri akan mengusut tuntas semua kasus dugaan pelanggaran kekarantinaan kesehatan. Termasuk melanjutkan kasus dugaan pelanggaran protokol kesehatan di beberapa acara yang berkaitan dengan sang Imam Besar FPI.
"Polri selalu mengedepankan asas salus populi suprema lex exto atau keselamatan rakyat merupakan hukum tertinggi," tegas mantan Kabareskrim Mabes Polri ini. Hal ini tercermin dari pihak kepolisian yang meneruskan kasus dugaan pelanggaran prokes Habib Rizieq meski yang bersangkutan sudah meminta maaf secara terbuka.
Di sisi lain, Habib Rizieq semestinya memenuhi panggilan pihak Polda Metro Jaya pada Selasa (1/12) kemarin. Tentu saja panggilan ini berkaitan dengan dugaan pelanggaran prokes di berbagai agenda yang melibatkannya itu.
Namun Rizieq diketahui malah mangkir dari panggilan tersebut dengan dalih kondisi kesehatan yang masih lemah. Sementara kemudian Rizieq juga mengakui masih dalam observasi tim medis dan sedang menjalani isolasi mandiri.
(wk/elva)